Atasi Deforestasi, Perusahaan Teknologi Kembangkan Minyak Sawit Alternatif

Ilustrasi laboratorium. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:15 WIB

Sariagri - Perusahaan teknologi makanan berbasis di Inggris yang mengembangkan tanaman makanan budidaya, mengumumkan bahwa selangkah lagi dapat memproduksi alternatif pengganti minyak sawit berbahan dasar ragi.

Clean Food Group mengatakan bahwa alternatif yang berbasis sel yang ditumbuhkan di lab dapat membantu mereduksi kerusakan lingkungan yang disebabkan dari bahan berbasis kelapa sawit yang ditemukan hampir 50 persen di kemasan produk yang dijual di supermarket.

Penelitian ini mendapatkan pengakuan intelektual dari University of Bath di mana teknologi ini dikembangkan selama lebih dari delapan tahun terakhir oleh Profesor Chris Chuck dan timnya.

Dilaporkan Food Manufacture, Clean Food Group juga telah menandatangani perjanjian kolaborasi selama dua tahun dengan Univesity of Bath untuk melebarkan teknologi dan membawa minyak sawit alternatif ke pasar. Chris yang bergabung dengan Clean Food Group sebagai penasihat teknis dan memimpin tim ilmuwan berdedikasi dari laboratorium Clean Food Group dan Pilot Plant di University of Bath.

“Ketergantungan kita terhadap minyak sawit berimbas terhadap dikorbankannya lingkungan yang luar biasa. Kita telah bekerja selama beberapa tahun untuk membuat minyak sawit alternatif yang sehat yang memberi kita  kemungkinan nyata untuk memotong imbas dari luasnya produk yang hingga kini memungkinkan produksi minyak sawit dan deforestisasi, polusi, dan emisi,” kata Chuck.

Co-founder dan CEO dari Clean Food Group, Alex Neves mengatakan, dengan rentetan pendanaan yang sukses komplet sekarang, dia yakin telah memiliki modal untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

“Minyak sawit alternatif kami, bahan dengan potensial untuk memecahkan tantangan lingkungan yang substansial, ketahanan pangan, kesehatan dan lingkungan kerja dalam rantai pasokan minyak sawit yang ada, ke pasar,” ucap Neves.

Video Terkait