Google Menangkan Gugatan Kelompok Hak Asasi Hewan

Ilustrasi tampilan Google. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:45 WIB

Sariagri - Perusahaan mesin pencari terbesar di dunia, Google memenangkan gugatan terhadap kelompok hak asasi hewan Lady Freethinker. Google dituduh mengambil untung dari video pelecehan hewan yang ditampilkan di platform Youtube-nya.

Dikutip dari Arab News, hakim pengadilan Sunil R. Kulkarni memutuskan bahwa perusahaan induk Google, Alphabet Inc., tercakup dalam Bagian 230 Undang-Undang Kepatutan Komunikasi Federal di AS, yang melindungi platform internet dari litigasi berdasarkan konten yang diunggah oleh penggunanya.

"Bagian 230 dengan jelas menyatakan bahwa 'tidak ada penyebab tindakan yang dapat diajukan dan tidak ada kewajiban yang dapat dikenakan di bawah hukum negara bagian atau lokal yang tidak konsisten dengan bagian ini," kata Sunil.

Dalam gugatan, yang diajukan tahun lalu, Lady Freethinker menuduh perusahaan teknologi itu gagal menyimpan video pelecehan hewan dari platformnya. Google dituduh mengambil untung dari video ini dengan menempatkan iklan di sebelahnya.

Beberapa video yang dikutip oleh kelompok tersebut termasuk ular piton menyerang anak anjing.

Kelompok tersebut menuduh Google melanggar undang-undang federal seputar penggambaran kekejaman terhadap hewan. Namun, hakim menemukan bahwa Lady Freethinker hanya mencantumkan klaim yang melibatkan pelanggaran hukum negara bagian dan lokal, seperti pelanggaran kontrak dan iklan palsu.

Video Terkait