Keren! 3 Mahasiswa Ini Ciptakan Rompi Antipeluru dari Serat Pelepah Pisang

Rompi peluru TNI yang dibuat dari pelepah pisang. (Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Senin, 8 Agustus 2022 | 11:30 WIB

Serat batang pohon pisang, ternyata di tangan sekelompok Mahasiswa Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Malang, Jawa Timur mampu dijadikan rompi anti peluru.

Ditemui seusai penutupan pameran vokasi pendidikan atau Vokasiland di Grand City Mall Surabaya, Jawa Timur, tiga mahasiswa tingkat akhir Poltekad Malang yakni Sertu Della Ardiansyah, Sertu Kevin Adi dan Sertu Rendi menunjukan karya inovasinya dengan bangga.

Della menyebut terobosan rombi anti peluru bagi prajurit TNI ini terbuat 80 persen dari bahan serat batang pohon pisang.

“80 persen dari serat batang pisang, ditambah epoxy resin dan perekat SBM. Selain lebih ringan, sehingga memudahkan prajurit untuk bergerak juga rompi ini tahan terhadap peluru. Ini sudah diujicobakan di PT Pindad dan hasilnya memuaskan,” kata juru bicara tim Della kepada Sariagri, Minggu (7/8/2022).

Penjelasan yang disampaikan Della dibenarkan oleh Letkol (arh) Desyderius M. Dosen Poltekad Malang tersebut mengatakan keunggulan rompi antipeluru lebih baik dibandingkan produk sejenis sebelumnya. Rompi ini mampu menahan tembakan peluru 5,56 hingga 5,9 milimeter dengan jarak terdekat 25 meter hingga 50 meter.  

“Kualitas seratnya benar-benar teruji dan kuat. Rompi tempur ini sudah menjalani serangkaian tes. salah satunya tes tembak dan hasilnya rompi ini bisa menahan peluru kaliber paling besar 5,9 milimeter yang ditembakkan dari jarak sejauh 50 meter,” tuturnya.

Selain itu, imbuhnya, pada bagian rimpi juga dilengkapi dengan sistem tracking dan monitoring detak jantung sehingga bisa mengirimkan informasi keadaan pemakai jika pemakai rompi ini tertembak.

Rompi anti peluru dari serat pelepah batang pisang ini, lanjutnya merupakan karya tugas akhir dari ketiga mahasiswa Poltekad Malang.

“Inovasi rompi bahan dasar serat albaka atau pelepah kering batang pisang ini merupakan karya tugas terakhir dari mahasiswa Poltekad Malang. Terobosan ini menghasilkan rompi anti peluru dengan berat 1,5 kilogram lebih ringan dibandingkan rompi anti peluru dari besi atau baja pada umumnya yang memiliki berat 4 kilogram,” ujarnya.

Baca Juga: Keren! 3 Mahasiswa Ini Ciptakan Rompi Antipeluru dari Serat Pelepah Pisang
Mahasiswa ITS Teliti Super Kapasitor sebagai Wind Energy Smoother

Tidak hanya kokoh dan kuat, pada rompi desain canggih ini juga dilengkapi dengan GPS, kamera IP, dan perekam detak jantung serta terkoneksi dengan server secara online secara real time.

“Pemakai rompi ini bisa dipantau secara langsung karena prototype sistem tracking dan monitoring yang diterapkan pada rompi tempur ini berbasis internet of things. Jika rompi ini tertembak maka rompi ini akan mengirimkan informasi ke server bahwa rompi ini tertembak dengan lokasi dan keadaan pemakai rompi ini hidup atau sudah meninggal,” tandasnya.

Video Terkait