7 Manfaat Teknologi Pangan untuk Produsen dan Masyarakat

Ilustrasi pengawetan makanan (Pxhere)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:30 WIB

Sariagri - Seiring perkembangan zaman, teknologi juga semakin terdepan. Salah satunya adalah teknologi pangan. Pengertian teknologi pangan adalah teknologi yang menerapkan ilmu pengetahuan baru tentang bahan pangan.

Fungsi dari teknologi pangan sendiri yaitu untuk menambah nilai dari hasil pangan agar bisa ditingkatkan sebaik mungkin. Tak hanya itu, dengan adanya teknologi pangan, maka akan mempengaruhi jumlah bahan pangan yang semakin meningkat.

Manfaat teknologi pangan untuk produsen dan masyarakat

Dirangkum dari berbagai sumber, diketahui ada berbagai macam manfaat dari hadirnya teknologi pangan, diantaranya yaitu:

1. Mencukupi Kebutuhan Pangan Manusia

Pada dasarnya kebutuhan manusia terhadap pangan tidak akan bisa dihentikan. Hal ini dikarenakan pangan dibutuhkan untuk memenuhi kelangsungan hidup.

Oleh karena itu dengan adanya teknologi pangan, berupa teknik pengawetan membuat berbagai bahan pangan dapat didistribusikan dengan baik dengan jangkauan yang lebih luas hingga ke seluruh dunia.

2. Meningkatkan Kreativitas Produsen

Manfaat lain dari teknologi pangan yaitu bermanfaat untuk mengasah kreativitas dan menunjang keahlian para produsen. Bagaimana tidak, dengan adanya teknologi pangan, membuat manusia bisa selalu melakukan inovasi.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya inovasi dalam menyajikan berbagai produk pangan terbaru dengan tetap mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan pasar atau konsumen.

3. Mengawetkan Ikan

Berkembangnya teknologi pangan juga bisa digunakan oleh para nelayan untuk mengawetkan hasil tangkapan ikan. Dengan begitu maka hasil tangkapan ikan ini menjadi lebih awet dan mencegah kerugian akibat tidak terjualnya ikan pada hari itu.

Caranya dengan mendinginkan hasil tangkapan di suhu 4 hingga 0 derajat celcius. Dengan begitu, ikan yang diawetkan akan tetap mengandung gizi seimbang dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

4. Menghilangkan Kuman Dari Makanan

Perkembangan teknologi pangan bisa digunakan guna meningkatkan higienitas suatu bahan pangan. Caranya adalah dengan membunuh kuman serta bakteri yang ada di dalam makanan tersebut.

Hal ini dilakukan guna mencegah kuman atau mikroba berkembangbiak lebih banyak. Sobat Agri bisa melihat contohnya dalam proses pasteurisasi. Dengan mematikan kuman dan bakteri ini bisa membuat susu menjadi lebih steril, sehingga aman untuk dikonsumsi.

5. Meningkatkan Nutrisi Makanan

Proses fortifikasi atau penambahan gizi juga menjadi salah bentuk perkembangan teknologi pangan. Dengan melewati proses fortifikasi ini membuat makanan menjadi lebih sehat dan bernutrisi.

Seperti misanya penambahan garam, kalsium dan kandungan vitamin mineral lainnya. 

6. Memudahkan dalam Menyantap Makanan

Sebelumnya untuk membuat bahan pangan dan juga minuman dibutuhkan waktu yang lama hingga bisa dikonsumsi. Namun dengan adanya teknologi pangan, proses ini menjadi lebih mudah.

Contoh paling dekat dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan mie instan. Dengan adanya teknologi pangan, makanan ini menjadi sangat praktis untuk dimasak. Selain itu teknologi pangan juga memudahkan untuk membuat minuman hangat seperti yang dilakukan orangtua dalam membuat susu bubuk formula untuk anaknya.

Baca Juga: 7 Manfaat Teknologi Pangan untuk Produsen dan Masyarakat
Mahasiswa UB Ciptakan Alat Pengering Porang Berbasis Smartphone

7. Mengurangi Kerugian Sisa Makanan

Sebelum adanya perkembangan teknologi pangan, bahan pangan memiliki risiko mudah membusuk. Hal ini dikarenakan jumlahnya sangat berlimpah namun belum sempat dikonsumsi, sehingga membuat produsen mengalami kerugian besar.

Oleh karena itu dengan adanya teknologi pangan, maka kerugian ini bisa diminimalisir karena semua hasil panen dapat langsung diolah dan dikemas dengan cara yang tepat. 

 

Video Terkait