Keren! Ilmuwan Ini Ciptakan Baterai dari Cangkang Kepiting

Ilustrasi kepiting. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 8 September 2022 | 10:30 WIB

Sariagri - Para ilmuwan memiliki terobosan dengan menciptakan baterai menggunakan cangkang kepiting. Secara khusus, mereka menciptakan baterai dari kitin, komponen struktural utama yang ada pada cangkang kepiting. 

Mengutip Study Finds, kitin memang banyak ditemukan pada kulit luar kepiting, lobster, dan udang. Eksoskeleton sebagian besar serangga juga mengandung kitin.

Kitin adalah senyawa alami yang dikenal sebagai biopolimer. Selain itu, kitin sudah banyak digunakan dalam obat-obatan, pestisida, pupuk, dan dapat sebagai makanan. Karena mengandalkan limbah kepiting, baterai ini pastinya ramah lingkungan. 

“Baterai diproduksi dan digunakan dalam jumlah besar, meningkatkan kemungkinan masalah lingkungan,” kata penulis utama penelitian Liangbing Hu, yang juga direktur Pusat Inovasi Material Universitas Maryland.

Baterai menggunakan elektrolit untuk memindahkan ion bolak-balik antara terminal bermuatan positif dan negatif. Proses tersebut menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar atau korosif, baik berupa cairan, pasta, atau gel. Kitosan bisa digunakan untuk proses itu. 

“Kitosan merupakan produk turunan dari kitin. Kitin memiliki banyak sumber, termasuk dinding sel jamur, eksoskeleton krustasea, dan cumi-cumi,” kata Hu. 

“Sumber kitosan yang paling melimpah adalah eksoskeleton krustasea, termasuk kepiting, udang dan lobster, yang dapat dengan mudah diperoleh dari limbah makanan laut. Anda dapat menemukannya di meja Anda,” tambahnya. 

Baca Juga: Keren! Ilmuwan Ini Ciptakan Baterai dari Cangkang Kepiting
BRIN dan Industri Jalin Kerja sama Inovasi Beras Fermentasi Obat DBD

Energi Baterai dari Cangkang Kepiting

Baterai dari cangkang kepiting tersebut, dijelaskan dalam jurnal Matter, memiliki efisiensi energi 99,7 persen setelah 1.000 siklus baterai.

Baterai ini bahkan dapat menyimpan energi yang dihasilkan oleh sumber angin dan matahari skala besar, untuk ditransfer ke jaringan listrik. Para peneliti berencana untuk membuat baterai lebih ramah lingkungan, dari proses manufaktur dan seterusnya.

“Di masa depan, saya berharap semua komponen dalam baterai dapat terurai secara hayati,” jelas Hu. 

“Tidak hanya material itu sendiri tetapi juga proses fabrikasi biomaterial,” tukas Hu.

 

Video Terkait