Inovasi Mesin Pasteurisas Bertenaga Surya, Bantu Peternak Olah Susu Kambing

Sistem on grid, yaitu kombinasi antara sumber listrik dari PLN dan panel surya untuk pengoperasian mesin pasteurisasi pengolah susu karya Tim Abmas ITS. (Sariagri/Arief L)

Editor: Reza P - Senin, 12 September 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Bermaksud membantu dan memudahkan proses pengolahan susu kambing bagi para peternak di Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencoba berinovasi.

Mereka menciptakan mesin pasteurisasi kejut listrik yang dilengkapi dengan sistem pengaduk otomatis, dan kompor induksi dari solar panel atau panel tenaga surya.

Ketua Pelaksana Abmas Tri Winarno mengungkapkan, inovasi ini bertujuan membantu para peternak dalam mengolah susu kambing. Sebelumnya, para peternak masih menggunakan cara konvensional, yaitu susu dimasak menggunakan kompor gas dan diaduk hingga suhu mencapai 70 derajat celcius.

“Biasanya, mereka mengaduk 10 liter susu selama 15 hingga 20 menit untuk mencapai suhu ideal,” tutur Tri Winarno dalam rilis yang dibagikan kepada Sariagri, Senin (12/9).

Tri menambahkan inovasi mesin pasteurisasi berbasis kejut listrik untuk membantu mengolah susu dibuat di Laboratorium Konversi Energi Departemen Teknik Elektro ITS.

“Kedepannya, para peternak di Desa Sumberagung tidak perlu menguras tenaga untuk mengaduk susu karena mesin sudah memiliki sistem pengaduk otomatis,” jelasnya.

Ia menambahkan mesin tersebut juga memiliki beberapa keunggulan lainnya. Antara lain, melalui sistem kejut listrik, susu hanya perlu dipanaskan hingga 40-50 derajat celcius. Hal ini dilakukan agar nutrisi pada susu tidak berkurang, warna tidak menguning, serta menjaga rasa susu.

“Karena 55 derajat celcius belum membunuh bakteri jahat sepenuhnya, kejut listrik digunakan untuk membunuh bakteri-bakteri jahat yang masih terkandung dalam susu,” terangnya.

Tim mahasiswa UNAIR edukasi peternak kambing etawa di Pademawu Barat, Pamekasan. (Sariagri/Arief L)
Tim mahasiswa UNAIR edukasi peternak kambing etawa di Pademawu Barat, Pamekasan. (Sariagri/Arief L)

Keunggulan selanjutnya, imbuhnya, kapasitas mesin untuk mengolah susu pun lebih besar yaitu sebanyak 15 liter.

Selain itu, mesin pasteurisasi juga sudah menerapkan sistem on grid, yaitu mengombinasikan antara sumber listrik PLN dan panel surya.

“Sistem panel surya digunakan agar peternak tidak perlu memikirkan biaya listrik penggunaan mesin pasteurisasi,” ungkap mahasiswa Departemen Teknik Elektro tersebut. 

Tri menceritakan mesin ini dibuat melalui beberapa tahapan. Pada tahap awal, mesin dirancang dan diukur sesuai kebutuhan fotovoltaik beserta kapasitas inverter agar penggunaannya efisien dan tepat sasaran. Setelahnya, mesin melalui berbagai uji coba di laboratorium hingga mesin bisa berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Inovasi Mesin Pasteurisas Bertenaga Surya, Bantu Peternak Olah Susu Kambing
Startup Chickin Besutan Anak Bangsa Tembus Forbes Indonesia 30 Under 30

“Pemasangan mesin pasteurisasi di Desa Sumberagung dilakukan selama dua hari,” imbuhnya.

Tim Abmas juga sudah menyimulasikan penggunaan mesin, memberikan Standard Operational Procedure (SOP), dan tata cara merawat mesin kepada para peternak.

“Tim berharap mesin pasteurisasi bisa membantu mengurangi biaya operasional sekaligus menghemat tenaga para peternak untuk mengolah susu,” tandasnya.

Video Terkait