Keren, Panama Gunakan Blockchain untuk Dongkrak Produksi Pangan

Ilustrasi drone untuk bidang pertanian. (pixabay/ DJI-Agras)

Editor: Dera - Kamis, 22 September 2022 | 17:15 WIB

Pemerintah Panama berencana menggunakan blockchain untuk mengelola dan mengontrol produksi pertanian negaranya. Teknologi lain yang juga akan digunakan adalah robotika, kecerdasan buatan, Internet of Things, dan Big Data.

Melalui Pusat Penelitian dan Produksi Lingkungan Terkendali (CIPAC AIP), yang merupakan inisiatif Sekretariat Sains, Teknologi, dan Inovasi Nasional (Senacyt), Panama berupaya meningkatkan produksi, daya saing, ketahanan pangan, dan pembangunan sosial melalui transformasi produktif.

Melansir Nation World News, Panama telah menunjukkan minat dalam integrasi blockchain dan Web 3.0 dalam ekonomi digitalnya. Pada acara KTT blockchain LATAM Panama 2022 bulan Juli lalu, para ahli ekosistem crypto setuju bahwa Web 3.0 dapat meningkat di ranah ekonomi digital dan lokal di Amerika Latin, selain potensinya untuk menciptakan lapangan kerja.

Menurut surat kabar La Estrella, CIPAC AIP beroperasi dengan anggaran $19 juta (sekitar Rp285 miliar) dari Development Bank of Latin America (CAF). Badan tersebut memiliki fungsi utama untuk mendukung produsen dan institusi akademik melalui penelitian dan teknologi.

Selain Panama, terdapat lebih banyak inisiatif blockchain di Amerika Latin yang terkait sektor pertanian. Pada bulan Mei, Agrotoken membentuk aliansi dengan Visa untuk memungkinkan produsen pertanian membeli semua jenis produk. Dengan cara itu, setiap orang yang bekerja di industri pertanian dapat melakukan pembelian menggunakan token.

Baca Juga: Keren, Panama Gunakan Blockchain untuk Dongkrak Produksi Pangan
Perangi Kekeringan, Cina Modifikasi Cuaca dengan Pesawat Nirawak Wing Loong

Inisiatif lain juga dilakukan oleh Pemerintah Kolombia yang meluncurkan kampanye pada tahun 2011 untuk memanfaatkan blockchain guna meningkatkan proyek pertanian.

Program tersebut akan mendukung 10 proyek percontohan untuk mengurangi kesenjangan spesifik di setiap tanaman dengan strategi Agro 4.0, yang akan mendukung proyek teknologi blockchain, kecerdasan buatan, dan Internet of Things.

Video Terkait