6 Hewan yang Menjadi Inspirasi Lahirnya Sebuah Teknologi

Ilsutrasi burung hantu (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Dera - Senin, 26 September 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Berbicara kecanggihan teknologi saat ini sudah sangat pesat dan dibutuhkan dalam kehidupan. Tak bisa dipungkiri, manusia tidak bisa lepas dari yang namanya teknologi.

Perkembangan dan inovasi selalu ada dalam terciptanya sebuah teknologi. Bahkan kini teknologi tak pernah kehabisan ide untuk terus maju.

Dalam terciptanya sebuah teknologi, para ahli banyak mengambil inspirasi dari apa yang sudah alam berikan. Salah satunya mekanisme hewan dalam menjalani kehidupannya.

Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah deretan hewan yang jadi inspirasi teknologi canggih.

1. Alga

Melansir Scientific American, sekelompok ilmuwan mempelajari salamander dan menemukan bahwa embrio hewan ini mengandung alga. Alga ini bertahan hidup dengan memakan limbah yang yang dihasilkan oleh embrio salamander tersebut.

Akhirnya alga tersebut menghasilkan energi dan nutrisi bagi bayi salamander yang sedang berkembang. Bisa disimpulkan bahwa alga ini membawa energi untuk bayi salamander dari fotosintesis.

Intinya ini adalah proses pengubahan sinar matahari menjadi energi. Tentu hal ini adalah hal yang sama dengan panel surya yang mengubah sinar matahari menjadi listrik.

2. Burung

Ketika pesawat sebelum mendarat, terdapat bilah-bilah kecil muncul di sepanjang sayap. Ternyata bilah ini adalah semacam rem udara untuk mencegah pesawat mogok ketika melambat.

Teknologi canggih ini ternyata terinspirasi dari sayap seekor burung. Bedanya, burung memiliki versi sendiri dari teknologi pintar ini.

Hal tersebut berupa bulu yang disesuaikan secara khusus. Bulu burung dibagi secara luas menjadi bulu primer dan bulu sekunder, yang beberapa di antaranya sangat penting untuk terbang.

Terdapat juga beberapa bulu yang bertugas untuk membantu stabilisasi burung ketika akan mendarat atau terbang lambat. Jadi burung juga memiliki bulu yang bertugas seperti slot yang ada di sayap pesawat.

3. Lebah

Melansir dari laman Listverse, para ilmuwan berhasil mengembangkan sebuah drone yang ukurannya sangat kecil, atau lebih tepat disebut micro drone.

Drone tawon ini, dikembangkan oleh kelompok ilmuwan Stanford University di Amerika Serikat (AS) dan cole Polytechnique Fdrale de Lausanne di Swiss.

Menariknya, drone tawon ini diklaim sangat kuat. Saking kuatnya, mereka bahkan mampu membuka pintu 40 kali lebih berat dari bobot tawon sungguhan.

Saat menciptakan drone tawon, para ilmuwan meneliti kalau tawon sungguhan bisa menyeret mangsanya sambil terbang. Karena itu, cara tawon memburu mangsa dengan menyeretnya diimplementasikan ke dalam sebuah algoritma, yang dikembangkan ke drone.

Dengan demikian, mereka bisa membuka pintu dengan cara tersebut. Sistem ini dinamai dengan julukan "FlyCroTugs".

4. Lumba-Lumba

Kapal, kapal selam, dan berbagai peralatan untuk melaut biasanya dilengkapi sonar untuk navigasi, menghindari rintangan di laut, ataupun melacak target bawah air.

Sonar sendiri bekerja dengan memancarkan suara pada frekuensi tertentu, dan menyebarkan gelombang tersebut ke sekelilingnya. Jika gelombang sonar tersebut memantul ke sebuah benda padat dan kembali ke perangkat pemancarnya, perangkat tersebut bisa mengumpulkan informasi tentang bentuk, ukuran, dan jarak benda.

Fakta menariknya, teknologi ini terinspirasi dari paus dan lumba-lumba yang memang memiliki insting tersebut. Paus dan lumba-lumba bahkan bisa membedakan benda-benda yang sangat kecil dari jarak sejauh 15 meter dengan kemampuan sonar mereka.

5. Burung Hantu

Membuat ruangan yang kedap suara ternyata tak sesederhana itu. Para ahli harus memikirkan mulai dari lapisan insulatif, bahan penyerap, dan berbagai bahan lain. Namun, hal ini ternyata telah dilakukan sebelumnya oleh burung hantu.

Burung hantu adalah hewan yang mangsanya adalah hewan-hewan berpendengaran tajam, seperti tikus. Jadi mereka sudah memanfaatkan berbagai elemen di pengedapan suara untuk membuatnya tak bersuara.

Desain bulu-lah yang menjadikannya seperti ini. Belahan kecil dan serat memisahkan aliran udara melalui sayap. Hal ini mencegah suara apapun yang disebabkan oleh hambatan udara yang sebenarnya merupakan ciri khas burung ketika terbang.

6. Bintang Laut

Kloning adalah fenomena ilmu pengetahuan yang cukup kontroversial. Namun bagi bintang laut, kloning tak memerlukan teknologi. Bintang laut telah melakukan reproduksi aseksual tanpa ada kesulitan apapun.

Baca Juga: 6 Hewan yang Menjadi Inspirasi Lahirnya Sebuah Teknologi
Canggih! Perusahaan Ini Kembangkan Plastik Ramah Lingkungan dari Lebah

Tak hanya itu, bintang laut adalah binatang yang juga bisa reproduksi secara seksual, namun yang reproduksi secara aseksual mampu hidup lebih lama.

Terlebih lagi, jika seekor bintang laut mematahkan kaki atau bahkan terpotong tubuhnya menjadi dua, makhluk tersebut akan tumbuh lagi dan regenerasi sesuai kebutuhan.

Video Terkait