Keren, Cina Sukses Kembangkan Robot Pertanian dengan Kecerdasan Buatan

Ilustrasi robot pertanian dengan kecerdasan buatan Akademi Ilmu Pertanian Fujian. (Xinhua/www.gov.cn)

Editor: Dera - Kamis, 29 September 2022 | 13:00 WIB

Cina berhasil mengembangkan robot pertanian dengan kecerdasan buatan pertamanya untuk melakukan inspeksi 24 jam di rumah kaca sayur dan buah di Taman Peragaan Pertanian Modern Haixia, Akademi Ilmu Pertanian Fujian.

Keberhasilan tersebut menandai bahwa robot pertanian Fujian resmi memasuki aplikasi praktis pada tahap penelitian dan pengembangan.

Robot dengan kecerdasan buatan itu terlihat seperti karakter kartun putih dengan fitur wajah dan tubuh yang jelas. Robot itu dapat menyelesaikan rotasi dan gerakan 360 derajat melalui roda di bagian bawah dan berjalan dengan lancar di sepanjang talang budidaya.

Kami mengembangkan teknologi sensor multi-channel terintegrasi untuk robot ini sehingga memiliki fitur wajah seperti manusia.” Kata Wakil Direktur Institut Pertanian Digital Akademi Ilmu Pertanian Fujian, Zhao Jian, seperti dilansir Hortidaily.

Robot itu memiliki dua kamera 7 megapiksel di bagian telinga, dua kamera 5 megapiksel dipasang di mata, dan beberapa sensor seperti kecepatan angin, karbon dioksida, dan radiasi fotosintesis di bagian atas kepala. Sensor suhu dan kelembaban dipasang di bawah mulut untuk mengumpulkan data kondisi lingkungan pertanian secara real-time.

Dibandingkan sensor Internet of Things, robot pertanian tersebut dapat bergerak secara real-time, serta mengumpulkan lebih banyak gambar dan data secara komprehensif dan akurat. Sementara dibandingkan dengan inspeksi manual, robot pertanian dapat bekerja 24 jam selama 7 hari seminggu, serta mengumpulkan data yang lebih detail dan berkesinambungan.

Baca Juga: Keren, Cina Sukses Kembangkan Robot Pertanian dengan Kecerdasan Buatan
Dianggap Penting, Mantan Pengacara Tesla Gabung Perusahaan Robotika Pertanian

“Data dasar yang berkesinambungan, terperinci, dan besar akan membantu mewujudkan kecerdasan, penyempurnaan, dan standarisasi pertanian dengan lebih baik, dan itu juga berarti bahwa produk pertanian yang lebih banyak dan lebih baik dapat diproduksi di area yang lebih kecil,” jelas Zhao Jian.

Robot canggih itu juga mampu mengirim kembali sejumlah besar gambar dan video secara real-time sehingga dapat menjadi sarana konsultasi dan pelatihan jarak jauh, sekaligus menyediakan lebih banyak sumber data untuk aplikasi kecerdasan buatan berikutnya.

Video Terkait