Ini yang Buat Petani Vietnam 'Jatuh Cinta' ke Teknologi Pertanian Cina

Ilustrasi drone pertanian. (Pixabay/DJI-Agras)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 3 Oktober 2022 | 14:30 WIB

Para petani di seluruh dunia berupaya mencari cara baru untuk bercocok tanam secara efisien. Teknologi buatan Cina menjadi salah satu pilihan bagi sebagian negara berkembang seperti Vietnam.

Le Thanh Nguyen, seorang petani Vietnam berusia 62 tahun, telah bekerja di sektor pertanian selama 47 tahun. Dia memiliki sebidang tanah seluas tujuh hektare. Namun, dia menyebut kurangnya tenaga kerja membuat musim panen menjadi merepotkan.

Ketika musim sibuk tiba, saya sulit mencari pekerja. Dan terkadang benih menjadi rusak saat menyebarkannya,” ujarnya seperti dikutip CGTN.

Setelah melihat kerabatnya menggunakan drone pertanian, Nguyen memutuskan untuk mencobanya. Tahun lalu, dia menyewa tim drone untuk menyebarkan benih serta menyemprotkan pupuk dan pestisida.

Drone pertanian dapat menyelesaikan penyebaran satu ton pupuk dalam waktu dua jam. Untuk menyebarkannya secara manual, saya perlu mempekerjakan empat orang, dan seluruh proses bisa memakan waktu delapan jam,” terangnya.

Drone yang digunakan Nguyen dibuat oleh XAG, sebuah perusahaan Cina yang berspesialisasi dalam teknologi pertanian pintar. Produk dan layanan perusahaan itu digunakan oleh para petani di 50 negara dan wilayah.

Co-founder XAG, Justin Gong, mengatakan bahwa bisnis perusahaannya di luar negeri tumbuh besar pada semester pertama tahun 2022 ini.

Baca Juga: Ini yang Buat Petani Vietnam 'Jatuh Cinta' ke Teknologi Pertanian Cina
Telkom Jalin Kerja Sama dengan Organisasi Petani Asia Afrika

“Bisnis kami di luar negeri tumbuh sebesar 260%, pertumbuhan lebih kuat di Asia Tenggara dan Amerika Latin, yang masing-masing mencapai sekitar 280% dan 380%. Produk kami merupakan langkah otomatisasi dan presisi. Sangat mudah bagi petani untuk mengontrol dengan ponsel pintar mereka dengan lebih sedikit jejak lingkungan,” terangnya.

Pemerintah Cina telah menerapkan kebijakan khusus untuk mendorong pengembangan drone pertanian dan perangkat berteknologi tinggi lainnya. Hal itu membawa perubahan dalam pertanian tradisional di Cina dan luar negeri.

Video Terkait