Atasi Kekurangan Pekerja, Petani Australia Gunakan Cara Modern Ini

Petani Australia gunakan cara modern. (Ist)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 3 Oktober 2022 | 20:30 WIB

Guna mengatasi kekurangan tenaga kerja, para petani di Australia menggunakan robot pertanian untuk menggarap lebih dari 405.000 hektare lahan pertanian. Wilayah Bundaberg, sekitar 400 kilometer sebelah utara Brisbane, dikenal sebagai ibu kota buah-buahan Australia dan menghasilkan seperempat dari produk segar nasional.

Para petani di sana berinvestasi dalam kendaraan otonom yang dapat diprogram untuk memangkas dan menyemprot herbisida dengan lebih efisien. Ahli agronomi Macadamia Farm Management, Theunis Smit, mengatakan tempat kerjanya merupakan salah satu pertanian pertama yang menggunakan kendaraan otonom.

“Kami telah menjalankan prototipe cukup lama,” kata Smit, seperti dikutip ABC News.

Kekurangan tenaga kerja dan cuaca ekstrim telah mempercepat investasi perusahaan dalam kendaraan otonom selama beberapa bulan terakhir.

“Mesin bekerja 24/7 dan hanya membutuhkan sedikit bahan bakar,” katanya.

Smit menyebut, mesin otomatis akan lebih banyak digunakan dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Bertani Lebih Cerdas

Seorang petani Queensland Tengah, Andrew Bate, mendirikan robotika Swarm Farm pada 2012 dengan tujuan menciptakan sistem pertanian yang lebih baik. Dia mengatakan kendaraan otonom menjadi arus utama.

“Sebagian besar mesin ini sangat serbaguna,” katanya.

Bate menjelaskan bahwa dia telah menyelesaikan pertanian seluas 405 ribu hektare pada bulan Juni lalu. Menurutnya, capaian tersebut merupakan tonggak sejarah besar bagi dia dan timnya.

Dia menambahkan, robot pertanian dapat melakukan berbagai pekerjaan sederhana seperti penanganan bahan kimia, penyemprotan, dan pemotongan.

“Ada banyak robot kami di Queensland dan New South Wales, dan kami mengirim robot ke Australia Barat,” terangnya.

Perusahaan Bate membangun robot yang dapat dioperasikan oleh aplikasi ponsel sehingga dapat memudahkan pekerjaan petani. Penggunaan mesin pertanian juga memberikan manfaat positif bagi lingkungan.

“Kami memangkas sekitar 580 ton pestisida dari lingkungan di Australia tahun lalu, di seluruh armada semua pelanggan kami,” katanya.

Ciptakan Lapangan Kerja

Dean Collins dari CQUniversity's Hinkler AgTech Initiative mengatakan meskipun robot akan menggantikan pekerja di lapangan, akan ada pekerjaan lain yang diciptakan dalam peran pendukung.

Baca Juga: Atasi Kekurangan Pekerja, Petani Australia Gunakan Cara Modern Ini
Ini yang Buat Petani Vietnam 'Jatuh Cinta' ke Teknologi Pertanian Cina

“Pada akhirnya, kami juga membutuhkan industri jasa, kami membutuhkan orang untuk mendukung kendaraan ini,” terangnya.

Lebih jauh, Collin menjelaskan bahwa perusahaan robot pertanian membutuhkan orang yang paham cara mengoperasikan, memperbaiki, dan merawatnya. Selain itu, teknologi akan menarik lebih banyak orang muda ke dalam industri pertanian sehingga sektor itu akan membuka peluang baru dan memperlihatkan masa depan yang cerah.

 

Video Terkait