Ilmuwan Berhasil Transplantasikan Sel Otak Manusia ke Tikus

Ilustrasi Tikus (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:45 WIB

Sariagri - Sel otak manusia telah ditransplantasikan ke otak tikus muda yang masih berkembang untuk pertama kalinya. Dalam dekade terakhir, para peneliti telah mengembangkan model mini otak yang disebut organoid, dibuat dengan menumbuhkan sel punca menjadi struktur tiga dimensi di laboratorium.

Eksperimen ini diharapkan memberi kemampuan untuk mempelajari efek obat di sel manusia. "Dengan mentransplantasikan organoid manusia ke dalam otak hewan pengerat, peneliti dapat memanipulasi sel dan melihat bagaimana ini mempengaruhi perilaku hewan," kata Sergiu Pasca dari Stanford University di California.

Para peneliti sebelumnya telah melakukan transplantasi jenis ini pada tikus dewasa, tetapi Pasca dan rekan-rekannya kini telah mentransplantasikan organoid otak manusia ke tikus yang baru berumur beberapa hari.

Dengan menargetkan tikus ketika otak mereka masih berkembang, para peneliti berharap neuron manusia akan lebih terintegrasi ke dalam organ. Semua tikus memiliki sistem kekebalan yang tidak berfungsi untuk memastikan bahwa sel-sel manusia tidak akan ditolak.

Neuron manusia menjadi jauh lebih matang dan sekitar enam kali lebih besar daripada yang seharusnya mereka kembangkan. Mereka tumbuh untuk mengisi sekitar sepertiga dari satu belahan otak masing-masing tikus dan membentuk koneksi yang dikenal sebagai sinapsis dengan neuron tikus.

Untuk melihat apakah neuron manusia dapat mempengaruhi perilaku tikus, para peneliti menggunakan teknik yang disebut optogenetika, yang melibatkan sel-sel yang mengubah secara genetik sehingga mereka merespons cahaya.

Baca Juga: Ilmuwan Berhasil Transplantasikan Sel Otak Manusia ke Tikus
Bakal Jadi Sejarah, Penyembuhan HIV Diuji ke Manusia

Mereka memberi tikus air setiap kali mereka menyorotkan cahaya biru ke neuron manusia di otak tikus. Setelah sekitar dua minggu, tikus-tikus itu mulai menjilati dengan harapan mendapatkan air ketika tim menyorotkan cahaya biru ke neuron-neuron ini.

"Ada beberapa penelitian sebelumnya dengan transplantasi organoid otak manusia ke otak hewan pengerat. Studi saat ini oleh kelompok Pa?ca telah membawanya ke tingkat berikutnya dengan menggunakan beberapa teknologi mutakhir. Mereka tidak hanya menunjukkan pertumbuhan jangka panjang hingga delapan bulan dan pematangan setelah transplantasi, tetapi juga integrasi sinaptik dan kontribusi terhadap perilaku sel-sel manusia tersebut," ujar Guo-li Ming di University of Pennsylvania.