Pameran Agri-Tech Pertama di Singapura, Tampilkan Solusi Ketahanan Pangan

Pameran Agri Tech Singapura. (Dok. prnasia)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 26 Oktober 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Pameran pertama di Singapura yang mendukung pelaku industri baru dan mapan di tingkat regional untuk meluncurkan, memamerkan, dan menguji inovasi serta solusinya, menjalani debut pada bulan ini.

Agri-Food Tech Expo Asia (AFTEA), pameran yang digelar Constellar bersama mitra internasional DLG (German Agricultural Society), dibuka pada 26 Oktober mendatang sebagai bagian dari pameran utama Singapore International Agri-Food Week. Adapun lokasi pameran terletak di Aula A dan B Sands Expo and Convention Centre.

Menurut Bank Dunia, pertanian merupakan sektor utama di negara-negara Asia Tenggara, bahkan berkontribusi sekitar 11% terhadap produk domestik bruto ASEAN pada 2020. Namun, lahan pertanian yang semakin langka, kemunduran akibat beragam tantangan dalam beberapa tahun terakhir, seperti perubahan iklim, gangguan rantai pasok, serta keterbatasan tenaga kerja di tengah pandemi Covid-19, berimbas besar terhadap produksi pertanian di wilayah ini.

"Kita semakin membutuhkan aksi dan keahlian kolektif guna mempercepat laju penggunaan teknologi dan inovasi di Asia Tenggara. Maka, kami ingin menjangkau komunitas teknologi pangan pertanian (agri-food tech) di wilayah ini. Hal tersebut sejalan dengan peran penting AFTEA dalam mendorong dan memfasilitasi kerja sama," ujar Jean-François Quentin, Group Chief Executive Officer, Constellar dalam rilisnya kepada Sariagri, Rabu (26/10/2022).

Edisi perdana AFTEA melibatkan kegiatan berbagi pengalaman dan solusi teknologi demi mengatasi tantangan pertanian dan pasokan pangan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas, efisiensi, dan hasil proses pertanian, serta panen dan kemandirian.

Pengunjung AFTEA dapat menemui lebih dari 200 peserta pameran di lebih dari 15 negara, termasuk Kanada, Perancis, Jerman, Indonesia, Israel, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, dan Inggris.

AFTEA juga akan menggelar beberapa peluncuran solusi dan inovasi agri-tech tingkat global dan regional dalam segmen-segmen berikut:

- Akuakultur: Sistem pakan dan produksi generasi baru dari Seatobag; pakan udang dan ikan dari bahan serangga oleh INSEACT; budi daya rumput laut lewat teknologi komunikasi seluler oleh Sea Green; solusi IoT untuk akuakultur terintegrasi dari Rynan Technologies.

- Pengolahan dan pengemasan pangan: Polimer PHBV yang terurai oleh alam (biodegradable) oleh Bio-Circular (Biotics); sistem pengolahan ikan, daging, serangga, dan protein nabati dari Alfa Laval.

- Keamanan dan ketahanan pangan: Sistem produksi daging sapi yang sepenuhnya terlacak (fully traceable) oleh Polkinghornes; platform diagnostik berbasiskan ponsel pintar untuk mendeteksi penyakit kritis, memantau kesehatan sapi ternak, dan melakukan skrining atas kualitas susu di peternakan oleh Faunatech Solutions; alat pengetesan multifungsi untuk fasilitas produksi bertaraf profesional oleh STEP Systems GmbH; solusi keterlacakan yang berstandar pangan oleh Natural Trace.

- Teknologi pangan baru: madu bebas lebah oleh Bee-io Honey; platform bioteknologi canggih oleh Plantae Bioscience untuk menciptakan tanaman yang dirancang berdasarkan tujuan (purpose-designed plant), meningkatkan nutrisi, dan menerapkan cellular agriculture.

- Manajemen aspek keberlanjutan dan sumber daya: Sistem pertanian sirkular dan otomatisasi IoT dalam manajemen pertanian oleh V-Plus Agritech; sarana trendspotting oleh AI Palette; sistem manajemen pohon dan tanaman oleh AMG Concept; pengolahan air yang lestari dan bebas bahan kimia oleh Pure Active Water; aplikasi berbasiskan Web3 oleh Sinisana Technologies yang meningkatkan kualitas manajemen sumber daya; kurasi, distribusi, dan penjualan ritel boutique wine dari perkebunan anggur berkelanjutan oleh Code Green.

- Pertanian di wilayah urban/pertanian pintar (urban/smart farming): smart micro farm yang mudah diterapkan oleh Mustard Seed Ventures; solusi smart greenhouse terpadu oleh Adas Hightex; solusi nutrisi tanaman oleh Biophilic; budi daya jamur yang bernilai tinggi di dalam ruang oleh Grower Agritech; solusi organik dari tanaman untuk pangan dan ternak oleh Tamuz Technologies; fasilitas indoor vertical farming pertama yang berteknologi canggih di Singapura, 100% memanfaatkan teknologi hortikultura Belanda, buatan Urban Farming Partners Singapore.

- Protein nabati dan protein alternatif: makanan laut yang dibudidayakan oleh Umami Meats; daging kultur sel buatan CellMEAT, Gelatex, Meatable, dan Steakholder Foods; protein vegan non-GMO dari Nextferm; protein susu tanpa hewan yang difermentasi secara akurat oleh Perfect Day Inc; serat nabati dengan GI rendah, kadar serat dan prebiotik tinggi buatan Alchemy FoodTech; produk pengganti telur dari Hegg Foods; tuna dari tanaman yang sangat lembap dari WTH Foods; solusi ingredien nabati buatan Futura Ingredients.

Fasilitasi Sarana Baru untuk Berbagi Pengetahuan dan Kolaborasi

Selain pameran Agri-Food Tech Expo Asia (AFTEA), pengunjung pameran akan dapat terhubung secara langsung dengan pakar industri, pemimpin bisnis, dan pemangku kepentingan lain di industri lewat platform yang tepat sasaran.

Dengan demikian, pengunjung pameran dapat mengambil keputusan yang lebih baik ketika menjajaki solusi dan kolaborasi. Platform ini termasuk program Sandbox dan Living Lab yang dikurasi secara khusus, serta program penjajakan kerja sama bisnis dan hosted buyer sebagai layanan andalan Constellar.

Program Sandbox akan berperan sebagai sarana meresmikan kolaborasi baru. Innovate 360—modal ventura pertama di Singapura yang menjadi akselerator bisnis di sektor pangan—akan meneken Nota Kesepahaman (MOU) dengan Space F, ProXes, dan Futura Ingredients.

MOU ini berfokus pada kegiatan kerja sama lintaswilayah dan pengembangan kerangka kerja Singapura bersama Jerman, Malaysia, dan Thailand. Lebih lagi, MOU ini memfasilitasi dan mendukung usaha rintisan dan perusahaan agar berkolaborasi dalam teknologi pangan, go-to-market, manufaktur OEM, serta program riset dan pengembangan lain.

Terlebih, pengunjung pameran dapat terhubung dengan pakar industri dan berdiskusi tentang inovasi akuakultur, label digital untuk melacak dan memantau makanan, pembiayaan ramah lingkungan, melokalisasi protein alternatif, serta membangun ekosistem agri-food tech dan urban agriculture yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya tahan.

Beragam perwakilan negara, peserta pameran, dan perusahaan turut berpartisipasi seperti Amarenco Group, BluEat, Entreprise SG, Jah Cultura, Olam Agri, dan Temasek Polytechnic akan berbagi studi kasus tentang penggunaan solusi dan teknologi, serta inisiatif di sektor dan negaranya masing-masing.

Adapun para pembicara yang terlibat yaitu:

- Alex Brittain, Senior Vice President (International), Perfect Day
- Arik Kaufman, CEO & Pendiri, Steakholder Foods Ltd
- Barbara Guerpillon, Senior Director - Transformation, Innovation & Corporate Venture, Dole Sunshine Company
- Dr Lee Chee Wee, Centre Director, Aquaculture Innovation Centre
- Gustaf Brandberg, Founding Partner, Business Sweden: ReFood
- Jean-Michel Pommet, CEO, President & CSO, The BLU EAT Company
- John Pennington, Executive Manager, Trade Windows, Selandia Baru
- Juan Francisco Delgado Morales, Executive Vice President, European Foundation for Innovation and Technology Development, Spanyol
- Khoo Gek Hoon, Director, Industry Development and Community Partnership Division, Singapore Food Agency
- Tan Chong Hui, CEO, Jah Cultura

AFTEA juga menjadi tuan rumah Sustainable Urban Agriculture Forum bersama Republic Polytechnic (RP), berkolaborasi dengan IPI Singapore dan Trendlines Agrifood Innovation Centre, guna menjawab pertanyaan penting tentang rekonsiliasi ketahanan pangan lewat urban agriculture, serta membahas tantangan seperti lonjakan biaya pertanian dan konsumsi energi.

Pengunjung pameran pun dapat menyaksikan peluncuran "Agri-food Singapore Standard" yang perdana sebagai pendekatan holistis dalam manajemen lahan budi daya di sektor pertanian, akuakultur, dan peternakan.

Digelar dan dikembangkan Singapore Manufacturing Federation, "Singapore Standards" ini sejalan dengan standar ASEAN & internasional, serta mendukung petani lokal agar mengadopsi praktik terbaik dalam penjaminan mutu sekaligus melindungi lingkungan lahan budi daya.

Baca Juga: Pameran Agri-Tech Pertama di Singapura, Tampilkan Solusi Ketahanan Pangan
7 Manfaat Teknologi Pangan untuk Produsen dan Masyarakat

Di Living Lab, pengunjung pameran dapat mencoba solusi inovatif untuk ekosistem produksi Agri-Food. Solusi ini mencakup 3D bioprinting untuk produk daging dan makanan laut oleh Steakholder Foods; solusi vertical farming dan urban farming dari Uniseal (Plantercell) dan Grain International; serta, akuakultur sirkular yang dipamerkan Aquaculture Innovation Centre, Temasek Polytechnic.

"DLG ingin memperluas wawasan di sektor pangan dan pertanian internasional. Maka, Agri-Food Tech Expo Asia menjadi sarana ideal untuk mencapai target tersebut di Singapura—pusat inovasi urban di Asia untuk solusi agri-food yang berkelanjutan. Pemangku kepentingan penting dapat memperluas wawasannya di ajang yang berlangsung selama tiga hari ini, khususnya di satu lokasi acara yang terdiri atas pameran, diskusi tentang usaha rintisan, kajian, dan sesi untuk memperluas jejaring. Kami ingin menghadirkan sarana inspiratif di ajang ini, serta menghasilkan ide-ide berkelanjutan baru," jelas Tobias Eichberg, Direksi DLG, dan Managing Director, DLG Exhibitions.

Untuk Sobat Agri yang tertarik, bisa registrasi di sini.

Video Terkait