Keren! Cegah Tabrakan Pesawat dan Burung, Ilmuwan Ini Ciptakan Robot Elang

Burung elang merah. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Dera - Minggu, 30 Oktober 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Tabrakan antara burung dan pesawat menyebabkan ribuan burung mati setiap tahun. Insiden semacam itu juga mengakibatkan kerusakan pesawat serta penundaan dan pembatalan penerbangan.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional juga harus mengeluarkan dana sebesar 1,4 miliar dolar AS setiap tahun akibat tabrakan pesawat dan burung.

Tim pengelola satwa liar bandara saat ini menggunakan sejumlah alat pencegah tabrakan burung dan pesawat, seperti drone dan burung pemangsa, termasuk elang, untuk menakut-nakuti atau menghalau burung lainnya agar menjauh dari lingkungan bandara. 

Namun, membiakkan dan melatih elang tidak sepenuhnya murah dan muda karena elang sulit diatur. Tim dari Universitas Groningen Belanda pun berusaha mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Robot Elang

Mengutip CNN, tim dari Universitas Groningen membuat RobotFalcon, robot elang yang memiliki lebar sayap 70 cm. Robot elang ini terbuat dari fiberglass dan Expanded Polypropylene (EPP).  

Dikendalikan dari darat, robot elang ini memiliki baling-baling di setiap sayap dan kamera dipasang di kepalanya untuk memungkinkan "pandangan orang pertama saat mengemudi." Robot ini juga dapat meniru gerakan elang dan terbukti sangat efektif dalam menghalau burung.

Selama serangkaian tes yang dilakukan pada 2019 di sekitar kota Workum, Belanda, RobotFalcon berhasil menghalau kawanan ternak dari ladang dalam waktu lima menit setelah memulai penerbangannya. Sebanyak 50 persen lokasi dibersihkan dalam waktu 70 detik, menurut Rolf Storms, salah satu penulis laporan tersebut.

Jika dibandingkan dengan drone, RobotFalcon, yang memiliki berat 0,245 kilogram lebih unggul. Drone hanya berhasil menghalau 80 persen burung dalam waktu yang sama.

"Ada kebutuhan metode baru untuk mencegah burung," mengutip laporan yang diterbitkan dalam Journal of the Royal Society Interface. 

Baca Juga: Keren! Cegah Tabrakan Pesawat dan Burung, Ilmuwan Ini Ciptakan Robot Elang
Inggris Kirim Elang Merah ke Spanyol untuk Selamatkan Populasi

"Kami menunjukkan bahwa RobotFalcon dapat memberikan kontribusi besar untuk mengisi ceruk itu," tambahnya. 

Adapun perbandingan dengan burung pemangsa yang sebenarnya, penulis mencatat bahwa RobotFalcon adalah "solusi praktis dan etis" dengan "keuntungan predator hidup tetapi tanpa batasan."

Namun, laporan tersebut selanjutnya mengakui bahwa ada juga keterbatasan dengan RobotFalcon. Dibutuhkan pilot terlatih untuk mengendalikan robot elang ini. Selain itu, robot ini tidak dapat digunakan selama kondisi hujan atau angin kencang dan penerbangan dibatasi selama 15 menit.

 

Video Terkait