Penemuan Baru, Zat Anti Kanker Ditemukan Ilmuwan Vietnam dalam Kulit Padi

Ilustrasi sekam padi (Istimewa)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 25 November 2022 | 13:45 WIB

Sariagri - Belum lama ini, ada kabar baik yang datang dari ilmuwan asal Vietnam, Prof. Dr. Tran Dang Xuan. Ilmuwan ini mengatakan bahwa timnya telah menemukan obat anti kanker yang berasal dari kulit padi atau juga dikenal dengan nama sekam padi.

Dilansir dari Vietnamnews.vn, Prof. Dr. Tran Dang Xuan bersama rekan-rekannya di Universitas Hiroshima di Jepang telah menemukan zat anti kanker dalam kulit padi.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang berjudul 'Cytotoxic Mechanisms of Momilactones A and B against Acute Promyelocytic Leukemia and Multiple Myeloma Cell Lines', yang telah diterbitkan di majalah Cancers pada Oktober 2022 lalu.

Dalam studi pertama tersebut, dijelaskan bahwa mekanisme sitotoksik dari Momilactones A (MA) dan Momilactones B (MB) pada sel leukemia promyelocytic akut (APL) HL-60 dan U266 multiple myeloma (MM).

Tak hanya itu, senyawa ini dapat menyebabkan penghentian fase G2 dalam siklus sel HL-60 melalui aktivasi p-38 dan gangguan kompleks CDK1 dan cyclin B1.

Laboratorium Fisiologi Tanaman dan Biokimia di Universitas Hiroshima yang dipimpin oleh Xuan adalah salah satu dari sedikit laboratorium di dunia yang dapat lebih jauh memurnikan Momilactones dari sumber alami seperti beras.

Temuan ini tentu memberikan pengetahuan baru tentang sifat anti kanker Momilactone, yang dapat menjadi dasar penelitian dan pengembangan obat antikanker berbasis Momilactone di masa yang akan datang.

Baca Juga: Penemuan Baru, Zat Anti Kanker Ditemukan Ilmuwan Vietnam dalam Kulit Padi
Beras Biotek Supercharged Hasilkan 40 Persen Lebih Banyak Biji-bijian

Pada 2019, kelompok tersebut menemukan dan berhasil mengekstraksi 600 mg MA dan MB dari 30 kg padi. Karena ini merupakan penemuan pertama yang mengklarifikasi mekanisme sitotoksik dari Momilactones A (MA) dan Momilactones B (MB), membuat banyak perusahaan farmasi di dalam dan di luar Jepang yang ingin bekerja sama dengan timnya untuk mengekstrak MA dan MB.

Hal ini bertujuan untuk mengembangkan obat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, obat anti kanker, untuk mengobati diabetes dan kosmetik.

Video Terkait