Canggih! Startup Ini Sajikan Kuliner Lewat Teknologi Pertanian Buatan

Ilustrasi salad. (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 12 Januari 2023 | 15:30 WIB

Sariagri - Sebuah perusahaan rintisan atau startup GREENS kini menawarkan pengalaman bersantap makanan sehat dan segar lewa penggunaan teknologi pertanian canggih yang diberi nama GREENS pod.

Dengan GREENS pod, GREENS menyajikan live salad yang menggunakan sayuran microgreens yang dirawat secara hyperlocal. GREENS pod merupakan alat khusus untuk menanam berbagai sumber pangan, memiliki inovasi teknologi seperti artificial intelligence (AI), blockchain, dan Internet of Things (IoT).

"GREENS menawarkan pengalaman kuliner baru di mana setiap konsumen dapat mengetahui asal usul pangan hingga kandungan nutrisi dari menu yang akan dihidangkan," ucap Co-Founder dan Chief Business Officer GREENS Erwin Gunawan melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (12/1).

Erwin menjelaskan bahwa teknologi buatan tersebut memiliki kelebihan lain yaitu dapat mengatur suhu, air, cahaya, kelembaban udara, nutrisi, hingga CO2 secara otomatis. Adapun klebihan itu dapat memberikan jaminan kebersihan, menjaga kualitas nutrisi, hingga memberikan jaminan rasa yang lebih dari segar karena sayur-sayuran disajikan dalam keadaan masih hidup.

"Jenis sayuran ini dapat dipanen di usia 9-15 hari dan memiliki kandungan nutrisi tinggi hingga 39 kali lebih tinggi dibandingkan sayur konvensional. Setiap menu di GREENS juga telah diracik oleh ahli gizi GREENS untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi seimbang harian," kata Erwin.

Baca Juga: Canggih! Startup Ini Sajikan Kuliner Lewat Teknologi Pertanian Buatan
Kiat Cina Dalam Mengembangkan Industri Benih dan Biji-bijian

GREENS sendiri merupakan konsep restoran yang digabungkan dengan pusat pertanian multidimensi pertama dunia (hyperlocal metafarming station). Restoran ini telah hadir di Plaza Indonesia yang secara resmi diperkenalkan kepada publik dan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pada Desember lalu.

Erwin menyampaikan bahwa konsumen nantinya juga dapat menjadi petani secara online-to-offline (O2O) dengan sistem pertanian multidimensi (metafarming). Dengan begitu, setiap lapisan masyarakat dapat memiliki sumber pangan yang cukup dan bergizi seimbang.