• Home
  • News
  • Pertanian
  • Perikanan
  • Kehutanan
  • Perdagangan
  • Energi
  • Teknologi
  • Agri Channel
  • Podcast
  • Galeri
  • Stories
  • Events
  • Indeks
  • Home
  • News
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Perkebunan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Perikanan
  • Kehutanan
  • Perdagangan
  • Energi
  • Teknologi
  • Agri Channel
  • Poscast
  • Galeri
  • Stories
  • Events
  • Indeks
  • Home
  • Teknologi

Begini Teknik Mengeringkan Produk Tanpa Andalkan Matahari

sariagri.id - Senin, 18 Januari 2021 | 11:45 WIB

berita teknologi, teknologi pengeringan, pengeringan produk, produk umkm

Berita teknologi - Pekerja mengeringkan kerupuk yang terbuat dari bahan baku tepung tapioka dan bawang putih di Cipamokolan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/2/2020). (Foto: Antaranews)
Berita teknologi - Pekerja mengeringkan kerupuk yang terbuat dari bahan baku tepung tapioka dan bawang putih di Cipamokolan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/2/2020). (Foto: Antaranews)

Berita teknologi - Tjahja hanya membutuhkan alat tambahan berupa kipas angin untuk menyempurnakan tekniknya.

Penulis: Yudi Asmaraloka, Editor: M Kautsar

SariAgri - Proses mengeringkan produk menggunakan matahari telah menjadi bagian penting produksi. Namun cara konvensional ini ada kekurangannya, yakni mengandalkan cuaca dann bisa merusak warna produk.

Untuk mendapatkan produk kering dengan warna yang masih terjaga, perlu menggunakan alat pengering tipe pengering beku (freeze dryer).

Terdapat juga alat pengering tipe fluidized bed dryer yang mampu menghasilkan produk kering dengan warna yang relatif utuh. 

Pengering tipe ini bekerja dengan proses pengeringan dengan media hembusan angin dari arah bawah ke atas. Akan tetapi alat ini tidak dapat dijangkau oleh masyarakat yang menjalankan industri rumahan baik dari sisi ketersediaan di pasaran maupun dari sisi ketersediaan biaya operasional.

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University, Tjahja Muhandri menemukan teknik pengeringan sederhana dengan bantuan matahari tanpa merusak warna produk. Tjahja hanya membutuhkan alat tambahan berupa kipas angin untuk menyempurnakan tekniknya.

“Hembusan angin berguna untuk mencegah terjadinya kenaikan suhu secara drastis dan penumpukan uap air serta penumpukan zat aktif penyebab reaksi oksidasi yang menyebabkan produk menjadi kecoklatan,” ujar Tjahja.

Teknik kombinasi ini dia temukan secara tidak sengaja di sela-sela aktivitas hariannya membersihkan halaman rumah. Pada saat itu, Tjahja menemukan adanya dedaunan yang tetap hijau meski telah berada di dalam wadah selama beberapa minggu. Sedangkan dedaunan yang berada di wadah yang lain telah membusuk.

“Kira-kira tiga minggu sebelumnya saya memangkas pohon di halaman. Dedaunan hasil pangkasan saya masukkan ke dalam plastik. Dedaunan hijau ini sudah mulai kecoklatan dan bau fermentasi. Sedangkan di plastik lain ada tiga helai daun hijau yang saya campur dengan daun kering warnanya tetap hijau,” kata Tjahja seraya memberikan ilustrasi.

Dari pengamatan tersebut Tjahja menyimpulkan bahwa penyebab daun berubah menjadi kecoklatan adalah penumpukan uap air, peningkatan suhu secara drastis yang menyebabkan degradasi klorofil serta penumpukan zat aktif yang dikeluarkan oleh dedaunan segar.

Pada kasus tersebut, ketiga hal yang menjadi penyebab daun berubah kecokelatan, dengan cepat diserap oleh dedaunan kering di sekitarnya, sehingga tidak menyebabkan perubahan warna pada dedaunan segar.

“Dari situ saya berpikir berarti proses pengeringan yang jika uap airnya bisa kita buang, suhunya bisa kita turunkan, zat aktif dari daun segar kita buang, maka produk tidak akan coklat,” ujar Tjahja.

Tjahja merupakan peneliti aktif di IPB University baik di Seafast Center maupun di Pusat Studi Biofarmaka Tropika. Jiwa penelitinya sangat menggebu hingga memutuskan untuk melakukan percobaan ulang dengan bantuan kipas angin sebagai eliminator atau penghilang uap air, panas dan penumpukan zat aktif di sekitar produk yang dikeringkan.

“Hari itu saya langsung beli kipas angin dan kain kasa nyamuk. Saya kumpulkan bahan-bahan di sekitar rumah seperti daun salam dan seledri. Dan benar, keesokan harinya saat saya amati, dedaunan tersebut kering dan warnanya tidak berubah,” tambahnya.

Meski dari segi fisik warnanya mampu dipertahankan, tetapi teknik pengeringan temuan Tjahja ini masih perlu dilakukan riset lebih lanjut untuk memastikan tekniknya tidak hanya mampu mempertahankan warna namun juga berbagai zat aktif yang ada di dalam produk. 

Akan tetapi teknik ini menjadi harapan yang sangat besar, terutama bagi pelaku usaha rumahan atau home industry untuk dapat meningkatkan kualitas produk dengan alat pengeringan yang sederhana dan tentunya biaya operasional yang terjangkau. 

SHARE

  • LINE

TOPICS

  • UMKM
  • Teknologi
  • Teknologi Pangan

COMMENTS

Lainnya

  • Ilustrasi lahan pertanian kedelai. (Pixabay)

    Hortikultura 6 jam lalu

    Kedelai Cocok Ditanam Saat Kemarau, Akademisi Ingatkan Petani Siapkan Benih

  • Ribuan sapi terkatung-katung di Laut Spanyol. (The Guardian)

    Peternakan 7 jam lalu

    Diduga Menderita Bluetongue, 2.000 Ekor Sapi Terkatung-katung di Laut

  • Ilustrasi makanan di kulkas. (freepik)

    Pangan 8 jam lalu

    Catat, Ini 8 Makanan yang Sebaiknya Tak Disimpan di Kulkas

  • Sebanyak 3.600 anak bebek asal Jawa Tengah ditolak masuk lampung. (Sariagri/Kurniawan)

    Peternakan 9 jam lalu

    Tak Ada Sertifikat Kesehatan, Ribuan Anak Bebek Ditolak Masuk Lampung

  • Marigold atau bunga tahi ayam. (pixabay)

    Hortikultura 10 jam lalu

    Dijuluki Bunga Tahi Ayam, Begini Cara Menanam Marigold Agar Cepat Mekar

  • Dinas Pertanian Aceh besar berusaha memenuhi kebutuhan air sawah dengan metode pompanisasi. (Antara)

    Pertanian 11 jam lalu

    Alami Kekeringan, 800 Hektare Sawah di Aceh Besar Terancam Gagal Panen

  • Kacang Pistachio. (Pixabay)

    Pangan 12 jam lalu

    Waspada! Ini Dampak Buruk Konsumsi Kacang Pistachio Secara Berlebihan

  • Ilustrasi benih gandum. (pixabay)

    Perdagangan 13 jam lalu

    Jaga Ketahanan Pangan, Rusia Perketat Kualitas Benih Impor

  • Ilustrasi bunga mawar. (Pixabay)

    Hortikultura 14 jam lalu

    Selain Simbol Cinta, Ini 5 Manfaat Ajaib Bunga Mawar Bagi Kecantikan Kulit

  • Menyulap sampah menjadi karya seni. (Sariagri/Yani)

    News 15 jam lalu

    Keren, Kakek 70 Tahun Ini Menyulap Sampah Jadi Karya Seni Menakjubkan

banner-sariagri.id

Top News

  • Tembakau Berkualitas dari Petani Lereng Gunung Sinabung
  • 5 Tips Memasak Ikan agar Nutrisinya Tidak Hilang
  • Kaya Manfaat, Begini 6 Cara Budi daya Tomat
  • Aneh dan Unik, Ini 7 Tanaman yang Layaknya dari 'Dunia Lain'
  • Agar Produksi Maksimal, Kenali 6 Cara Teknik Budidaya Tembakau
  • Tak Perlu Repot, Begini Cara Mudah Mengukur pH Tanah dengan Kunyit
  • Dua Pelabuhan Perikanan Diproyeksikan Terapkan Eco Fishing Port
  • Hati-hati, Minum Kopi Berlebihan Bisa Pengaruhi Struktur Otak
  • Wow! Sederet Selebriti Dunia Ini Punya Peternakan dan Lahan Pertanian
  • Begini Kata Peneliti Soal Viralnya Ikan Hiu Berwajah Manusia
banner-sariagri.id

TRENDING TAG

  • #Pertanian
  • #Agribisnis
  • #Peternakan
  • #Perikanan
  • #Perkebunan
banner-sariagri.id
logo-sariagri.id

FOLLOW US

app-store-sariagri.id google-apps-sariagri.id

Tentang Kami Syarat & Ketentuan Disclaimer Pedoman Media Siber Karier Hubungi Kami

KATEGORI

  • Home
  • Pertanian
  • Perikanan
  • Kehutanan
  • Perdagangan
  • Energi
  • Teknologi
  • Agri Channel
  • Podcast
  • Galeri

INFORMASI

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Karier
  • Hubungi Kami

© 2021 - Sariagri, All right reserved | page rendered in 0.1242