Australia Bangun Observatorium Bawah Laut Terbesar di Dunia

Observatorium Bawah Laut. (Newatlas)

Editor: Dera - Selasa, 2 Februari 2021 | 13:30 WIB

SariAgri - Australia sedang membangun observatorium bawah laut super megah, di mana pengunjung dapat menikmati pemandangan spektakuler kehidupan dasar laut.

Terletak sekitar 2 km dari bibir pantai, Australian Underwater Discovery Centre (AUDC) diklaim sebagai observatorium bawah laut terbesar di dunia.

Baca Architects merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh kontraktor kelautan Subcon untuk mendesain proyek ambisius ini. Sedangkan tugas teknik akan ditangani CoreMarine Engineering, tim yang juga menangani pembangunan restoran bawah laut megah di dekat area tersebut.

AUDC akan berlokasi di ujung Dermaga Busselto, yang berada di Selatan Perth, Australia Barat. Dilansir New Atlas, proyek ini dibangun untuk menggantikan observatorium bawah air yang sudah ada sebelumnya, yang dinilai terlalu kecil.

Menjadi observatorium terbesar di dunia, The Australian Underwater Discovery Centre akan berukuran 900 meter persegi (sekitar 9.680 kaki persegi) dan memiliki restoran bawah air dan galeri seni.

Observatorium Bawah Laut. (Newatlas)
Observatorium Bawah Laut. (Newatlas)

Uniknya, bentuk keseluruhan bangunan observatorium ini diilhami tampilan seekor ikan paus, saat "kepalanya" terangkat dan menyembul ke permukaan air.

Interiornya berukuran 900 meter persegi dan menampilkan banyak kaca yang menawarkan pemandangan kehidupan laut yang memukau kepada pengunjung.

Selain galeri seni dan restoran bawah laut, di tempat ini pengunjung juga dapat melihat pameran yang mengedukasi orang tentang perubahan iklim, serta beberapa patung bawah air di dasar laut.

Baca Juga: Australia Bangun Observatorium Bawah Laut Terbesar di Dunia
Sambut Musim Tanam 2021, Stok dan Distribusi Pupuk Non Subsidi Diperkuat

"Untuk menuju resort tamu akan melalui urutan lanskap dari saat kedatangan mereka, di mana mereka akan meninggalkan mobil mereka di taman yang dihiasi dengan taman hujan," kata Baca Architects, dalam siaran persnya baru-baru ini.

Begitu berada di dalam AUDC, pengunjung dapat memulai perjalanan unik menuju observatorium di permukaan laut. Saat melewati galeri seni dan ruang pameran, pengunjung akan melihat sirkulasi mata 'Cetecean', sebuah jendela kaca struktural besar yang sebagian terendam, yang mengingatkan pada ikan paus saat mengintip ke atas permukaan laut.

Proyek yang menelan dana sekitar AUD 30 juta atau setara US $ 23 juta ini diharapkan rampung pada Desember 2022.

Video Terkait