Robot Hybrid, Inovasi Dosen ITS Bantu Proses Operasi Tulang

Prototipe dari robot hybrid sebagai alat bantu operasi. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Senin, 8 Februari 2021 | 12:50 WIB

SariAgri - Tingginya angka kasus kecelakaan yang berakibat terjadinya patah tulang, mendorong keinginan

Dosen Departemen Teknik Mesin Institut  <a target='_BLANK' href='//sariagri.id/article/topic/18456/Teknologi'>Teknologi</a>  Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Dr Latifah Nurahmi
Dosen Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Dr Latifah Nurahmi


berinovasi. 

Melalui karya robot hybrid, Latifah ingin membantu memudahkan para dokter dalam melakukan operasi tulang.  Menurutnya inovasi buatannya ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang sebelumnya dilakukan pada 2016. Pada tahun tersebut ia mengembangkan robot rehabilitasi tumit kaki.

“Teknologi robot sebagai alat bantu operasi sebenarnya sudah ada sejak tahun 90-an. Kemudian lambat laun berkembang dan munculah robot paralel,” katanya kepada Sariagri.

Latifah mengatakan robot paralel merupakan robot yang mampu menangani beberapa instruksi dalam waktu bersamaan. Meski merupakan terobosan baru, dia mengakui jika robot paralel masih memiliki beberapa kekurangan dalam penggunaannya di bidang medis. 

Latifah melanjutkan, kekurangan yang dimiliki oleh robot paralel ini adalah ruang geraknya yang terbatas. Selain itu, penggunaan robot paralel biasanya hanya sekali pakai. Hal tersebut membuat robot harus dibongkar saat usai melakukan operasi dan dipasang kembali saat akan melakukan operasi.

“Dengan begitu akan lebih merepotkan dokter saat akan dan usai menggunakannya,” imbuhnya. 

Latifah mengatakan untuk mengatasi keterbatasan robot paralel, maka dia membuat sebuah robot hybrid. Yakni merupakan gabungan dari dua robot paralel. Robot ini memiliki kelebihan pada ruang geraknya yang lebih luas dibanding dengan robot paralel.

“Proses pembuatan robot hybrid ini dilakukan pencetakan tiga dimensi terlebih dahulu. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengembangan menjadi sebuah prototype yang dilengkapi dengan piranti-piranti elektronis. Dari segi desain robot hybrid lebih kompleks dibanding dengan robot paralel,” kata dia.

Latifah mengatakan dalam pengembangan robot hybrid, dia bekerja sama dengan Jurusan Teknik Mesin dari National Central University (NCU), Taiwan. Kondisi ini disebabkan oleh adanya hubungan baik antara Departemen Teknik Mesin ITS dengan NCU yang sudah terjalin.

Dosen Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Dr Latifah Nurahmi
Dosen Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Dr Latifah Nurahmi

Prinsip kerja robot ini yaitu punya akurasi tinggi dalam pembedahan. Tidak hanya itu, robot ini juga dapat mengurangi kontak langsung dari dokter dengan pasien untuk mencegah penularan Covid-19.

Adanya robot ini, imbuh Latifah, tidak bermaksud untuk menggantikan peran dokter dalam melakukan operasi. Akan tetapi tingkat akurasi tinggi dalam proses operasi inilah yang memerlukan bantuan robot.

Melalui inovasi Robot Operasi Reduksi Fraktur sebagai Teknik Bedah Invasif Minimal, Latifah berhasil mendapatkan penghargaan pada ajang L&Oreal UNESCO for Women in Science 2020. Ajang ini merupakan kegiatan yang diadakan L&Oreal untuk mendukung keterlibatan wanita di bidang sains dan teknologi. 

“Sebenarnya saya mengikuti ajang ini sejak tahun 2017, namun baru tahun ini berhasil memenangkan penghargaan,” tuturnya.

Latifah berharap melalui inovasinya ini, ia dapat memperkenalkan teknologi robot di bidang kesehatan. Tidak hanya itu, ia juga berharap agar robot buatannya ini bisa segera digunakan beberapa rumah sakit di Indonesia.

“Melalui penghargaan ini saya juga ingin mengajak para perempuan muda agar tidak takut untuk berperan dan terlibat di dunia sains dan teknologi,” pungkasnya.

Video Terkait