Teknologi Pintar Mampu Ubah Wajah Pertanian Cina

Ilustrasi lahan pertanian. (Foto: Pixabay)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Kamis, 25 Februari 2021 | 17:20 WIB

SariAgri - Para petani memainkan peran penting dalam komunitas global. Kerja keras dan dedikasi petani menghasilkan makanan dan tanaman penting lainnya yang bisa diandalkan.

Pemenang Nobel Perdamaian, Norman Borlaug mengatakan bahwa pertanian adalah prioritas paling dasar dari masyarakat. 

"Segala sesuatu bisa menunggu, namun pertanian tidak bisa," kata Borlaug, dikutip dari The Global Times.

Di antara semua negara di dunia, Cina merupakan populasi penduduk terbesar. Kesejahteraan rakyat Cina bergantung pada kemampuan untuk memberi makan secara aman dan bergizi.

Ini tidak mudah, mengingat Cina memiliki 20 persen populasi dunia tetapi hanya 7 persen dari tanah yang subur.

Keberhasilan pembangunan Cina selama beberapa tahun terakhir juga berkontribusi pada kekurangan lahan pertanian yang baik serta membebani pasokan air. Di luar perbatasan, seluruh dunia menghadapi kebutuhan mendesak untuk berkolaborasi dalam perubahan iklim dan perlindungan lingkungan

Pada 2020, pandemi Covid-19 juga mengganggu rantai pasokan makanan. Dari sini terlihat jeleas bahwa pendekatan strategis untu bertani adalah jalan utama menuju kesejahteraan manusia.

Para pemimpin Cina menghadapi tantangan ini secara langsung. Saat ini, ketahanan pangan adalah agenda pertanian utama pemerintah, sementara tuntutan konsumen Cina berpusat pada keamanan dan kualitas pangan.

Pada saat yang sama, para pembuat kebijakan Cina memahami bahwa masa depan sektor pertanian Cina terletak pada modernisasi pertanian melalui pengembangan teknologi.

Kebijakan pertanian saat ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan nutrisi tanaman. Caranya dengan mengajari petani mempertahankan hasil tanpa menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan.

Cina telah mengedepankan visi untuk masa depan pertanian. Mereka meningkatkan kualitas lahan subur dengan menggunakan infrastruktur dan teknik pertanian berkualitas tinggi.

Oleh karena itu, membangun pertanian modern diperlukan platform digital dan teknologi untuk membuat perbedaan besar. Teknologi ini memungkinkan petani meningkatkan hasil dan mengurangi penggunaan pestisida. Contoh teknologi yang dapat digunakan seperti informasi tentang cuaca, ancaman gulma, dan serangga.

Platform pertanian modern dan teknologi pintar seperti drone, dapat mendukung kebutuhan petani di seluruh negeri. Transformasi ini sedang berlangsung, agar petani Cina lebih efisien dalam memanfaatkan lahan pertanian.

Layanan digital pertanian modern memungkinkan konsumen untuk melihat produk secara keseluruhan, seperti informasi lokasi pertanian, tanggal panen dan pertanian berkelanjutan.

Pertanian modern dengan menghubungkan petani dan konsumen tidak hanya mewakili tren di Cina, namun membangun masa depan pertanian global.

Dalam laporannya dikatakan bahwa dunia hanya memiliki satu planet. Untuk itu penting memperhatikan kelayakan tanah, sumber daya air dan melindungi keanekaragaman hayati.

Penting untuk melaksanakan dan memperluas pelatihan petani di seluruh dunia. Caranya dengan pengembangan penelitian dan teknologi. Ini bertujuan agar petani mampu menghadapi masalah secara cepat.

Pertanian memainkan peran penting dalam mengatasi masalah perubahan iklim global. Sektor pertanian kini menanggung tanggung jawab besar.

Petani di seluruh dunia harus menjadi lebih produktif, ramah lingkungan, mandiri dan tahan kondisi cuaca. Ini menjadi kunci untuk memberi makan dan melindungi planet.

Video Terkait