Pabrik Tapioka di Bangka Dilengkapi Teknologi Canggih

Pabrik pengolahan tepung tapioka di Bangka, Bangka Belitung. (Foto: Sariagri/Doni)

Editor: M Kautsar - Senin, 12 April 2021 | 18:50 WIB

SariAgri - Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendorong industri pertaniannya. Salah satu komoditas yang diunggulkan yaitu tepung tapioka.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan tepung tapioka di Babel yaitu PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang berlokasi di Kenanga, Sungailiat, Bangka.

Kepala Laboratorium Tehnik Pangan dan Pasca Panen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada, Joko Nugroho Wahyu Karyati menyampaikan ketertarikannya terhadap proses pengolahan yang dilakukan PT BAA.

"Saya tertarik dari proses pencucian bahan, penggilingan dan pengeringan, sebenarnya ini sudah diajarkan ditempat kami sampai dengan pengolahan limbahnya. Penggunaan teori biogas betul-betul bisa untuk mengatasi limbah cair, yang selama ini bisa menimbulkan bau tidak sedap lambat laun bisa diatasi dengan dengan teknologi tersebut," ujar dia.

Dia sangat merasa senang karena berkesempatan untuk melihat teknologi canggih yang diterapkan oleh perusahaan (PT BAA). Menurutnya, sudah ada teknologi lainnya digunakan di tempat lain tetapi ada teknologi yang digunakan di PT BAA yang tempat lain belum gunakan.

"Setelah melihat proses produksi tadi, saya sangat tertarik dengan proses fast dryer sebuah teknologi mengeringkan tepung dengan waktu yang sangat cepat. Dan untuk pemanfaatan energi dari bio gas tentunya suatu hal yang sangat luar biasa, karena di tempat lain belum menggunakan teknologi ini," ucap dia.

Ia katakan dari proses produksi pengolahan air limbah sudah sangat bagus yang mana dapat diolah dengan kadar air 11 persen yang mana cukup aman untuk disimpan.

"Saya melihat tidak banyak kendala proses pengolahan limbah disini, semua berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Menurut saya yang terpenting untuk saat ini adalah bagaimana caranya perusahaan dapat memancing petani agar dapat mekanisasi supaya kerja bisa lebih cepat dengan menggunakan teknologi," pungkasnya.

Video Terkait