Biopestisida Ini Gunakan Strain Bakteri Guna Kendalikan Ulat

Ilustrasi Ulat. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 3 Mei 2021 | 15:30 WIB

SariAgri -  Pestisida yang tersusun dari campuran dua isolat bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) merupakan bioproduk terbaru untuk mengendalikan ulat grayak, Spodoptera frugiperda, dan looper kedelai, Chrysodeixis Include yang sedang dikembangkan.

Dilansir dari Future Farming, Acera, sebuah produk yang dikembangkan dengan teknologi Embrapa (Perusahaan Penelitian Pertanian Brasil) dan disusun dalam kemitraan dengan Ballagro Agro Technology.

Bacillus thuringiensis (Bt) merupakan spesies bakteri yang menghasilkan protein dengan sifat spesifik yang bersifat toksik bagi serangga. Namun tidak berbahaya bagi manusia dan vertebrata lainnya.

Tidak seperti pestisida kimia, pestisida ini tidak berbahaya bagi lingkungan. Produk ini harus disemprotkan ke daun, dan bila ulat memakannya, mereka akan mati.

Kontrol Ulat pada Kedelai, Jagung, dan Kapas

“Acera tidak mempengaruhi lingkungan, tidak memabukkan mereka yang menyemprotnya, tidak membunuh musuh alami hama atau mencemari sungai dan mata air, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan”, kata peneliti Embrapa Fernando Hercos Valicente.

Acera terdaftar untuk mengendalikan dua spesies ulat dan dapat digunakan pada tanaman seperti kedelai, jagung, dan kapas.

Meningkatkan Resistensi

Setiap tahun hama utama yang dikendalikan oleh kultivar hasil rekayasa genetika (GM) menjadi semakin resisten, kata Valicente. Akibatnya, penggunaan pengendalian kimiawi secara bersamaan dengan tanaman GM telah terjadi dalam upaya untuk mengurangi kerugian dalam produksi pertanian. Semua itu menyebabkan kerusakan ekonomi, sosial dan lingkungan yang ekspresif.

Menurutnya, dengan menggabungkan dua strain bakteri Bt dengan cara kerja yang berbeda dan saling melengkapi, Acera menghalangi munculnya resistensi ulat terhadap produk tersebut.

Keberlanjutan Tanaman

Ilmuwan percaya bahwa penggunaan insektisida mikrobiologi baru merupakan alternatif penting untuk mengendalikan looper kedelai dan ulat grayak, terutama pada tanaman jagung, kedelai dan kapas.

Baca Juga: Biopestisida Ini Gunakan Strain Bakteri Guna Kendalikan Ulat
Peneliti Temukan Manfaat Sisa Tanaman Jagung untuk Saring Air Limbah

“Bioinsektisida juga berkontribusi pada keberlanjutan tanaman. Mereka hanya menyerang serangga target sementara musuh alami tetap berada di lapangan,” sebut Valicente.

Menurut Lecio Kaneko, manajer pasar dan produk Ballagro, kegunaan produk ini mungkin termasuk untuk hama lain di masa mendatang. Kaneko menghubungkan efisiensi tinggi bioproduk dengan keragaman protein Cry dan VIP, yang diproduksi untuk isolat bakteri baru ini, dan teknologi dalam fermentasi dan formulasi yang dikembangkan khusus untuk Acera.

“Telah diuji di seluruh wilayah Brasil, dengan hasil yang sangat baik”, ujarnya.

Hingga kini para peneliti sekarang mempelajari kelayakan Acera yang diterapkan melalui drone.

Video Terkait