NASA Kembangkan Teknologi LED Bagi Tanaman Agar Tahan Kekeringan dan Perubahan Iklim

Ilustrasi Glass House (Sariagri/Pixabay)

Editor: Reza P - Jumat, 19 November 2021 | 12:10 WIB

Sariagri - Teknik pertumbuhan tanaman secara cepat dengan teknik penerangan lampu LED berhasil dikembangkang oleh NASA. Para ilmuwan mengklaim bahwa tanaman mampu bertahan dari penyakit, kekeringan, dan perubahan iklim dengan adanya lampu LED.

Siklus pertumbuhan pada tanaman selama 22 jam sehari ini dipercepat oleh adanya lampu LED. Siklus ini tidak sama sekali bergantung pada perubahan iklim. dengan menggunakan metode ini memungkinkan enam generasi gandum bisa ditanam dalam satu tahun.

Jika dibandingkan dengan metode tradisional yang hanya dua siklus, metode ini mempunyai hasil panen yang lebih besar. Para peneliti mengklaim teknik kloning akan memungkinkan perbaikan signifikan terhadap tanaman tanpa beralih ke modifikasi genetik.

Dr Brande Wulff, pimpinan proyek sekaligus ilmuwan gandum di John Innes Centre di Norwich, memprediksi penelitian dan perkembangbiakan tanaman Eropa akan bergantung pada perkembangbiakan yang cepat ini.

“Perkembangbiakan yang cepat memungkinkan para peneliti memobilisasi variasi genetik yang ditemukan pada keluarga tanaman liar dan memperkenalkannya ke varietas elite yang dapat ditanam para petani,” katanya.

Sekelompok ilmuwan dari Inggris melakukan perbaikan pada metode NASA. Mereka membuat sistem itu sama efektifnya di kontainer, seperti di rumah kaca yang luas.

“Uni Eropa sangat mengatur penyuntingan gen, berarti kita lebih bergantung pada kecepatan perkembangbiakan untuk menumbuhkan tanaman yang lebih kuat dan lebih tangguh,” kata Wulff.

Sebelumnya para peneliti mengembangkan tanaman yang tahan penyakit, tahan iklim, dan memiliki gizi banyak. Menimbang hal itu, ternyata para peneliti beralih untuk mengembangkan metode percepatan pertumbuhan. 

Di institut ini ada sekitar 500 ilmuwan yang berada untuk menghasilkan tanaman unggul demi menghadapi tantangan besok, kata pimpinan proyek itu seperti dikutip Daily Mail.

Petani harus menghasilkan makanan hingga 80% lebih banyak pada 2050 untuk memberi makan sembilan miliar orang di Eropa. Salah satu keterbatasan yang kita hadapi adalah menumbuhkan tanaman dari biji menjadi biji.

“Jika kita bisa melakukan ini lebih cepat, kita bisa mendapatkan hasil dan panen lebih cepat,” kata Wulff. 

Pada studi yang dipublikasikan, pencahayaan LED digunakan untuk mengoptimalkan fotosintesis dan meningkatkan pertumbuhan.

Perubahan komposisi tanah, pencahayaan, suhu, jarak tanam, dan panen prematur, telah memotong waktu generasi benih ke biji gandum menjadi hanya delapan pekan. Ruang yang terbatas memungkinkan penelitian mutakhir dan terjangkau sebelum ditingkatkan ke rumah kaca lebih besar.

Ini berlaku untuk banyak tanaman pokok, termasuk gandum, barley, lobak, dan kacang. Kemajuan terbaru datang setelah Pengadilan Kehakiman Uni Eropa berkuasa atas tanaman yang menggunakan teknik pengeditan DNA Modern. Hasilnya, penelitian itu digolongkan sebagai organisme rekayasa genetika.

Video Terkait