Demi Turunkan Karbon Dioksida di Atmosfer, Drone Ini Tanam Jutaan Pohon di Udara

Teknologi Drone tanam jutaan pohon di udara. (Facebook/AirSeedTech)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 9 Februari 2022 | 20:10 WIB

Sariagri - Sebuah perusahaan bioteknologi Australia berencana menebarkan benih menggunakan drone secara besar-besaran. Dalam misinya menanam ratusan juta pohon dalam dua tahun mendatang, untuk mengatasi pemanasan global.

Kegiatan ini akan menggunakan pesawat nirawak (drone) yang dirancang khusus untuk menanam benih ke tanah, dengan masing-masing polong diciptakan agar sesuai dengan lingkungan yang diharapkan agar bisa tumbuh.

Langkah menanam pohon menggunakan drone ini mengurangi karbon dioksida di atmosfer dalam menangani perubahan iklim dan mengurangi pemanasan global yang disebabkan oleh gas-gas rumah kaca. Profesor Andy Pitman adalah ilmuwan perubahan iklim di University of New South Wales, mengatakan penting sekali untuk bertindak cepat.

"Jadi langkah pertama dalam memecahkan masalahnya benar-benar sederhana: kita harus memangkas emisi dengan sangat cepat dan alasan mengapa ini harus dilakukan dengan cepat adalah karena kita belum melakukannya selama 30 tahun terakhir," jelasnya.

Tercatat, dunia memproduksi lebih dari 30 miliar ton karbon dioksida setiap tahun, kebanyakan melalui pembakaran bahan bakar fossil. Deforestasi untuk pertanian dan pertumbuhan tempat tinggal manusia telah mengurangi kemampuan alami untuk memerangkap karbon.

Itu sebabnya berbagai organisasi di dunia berusaha menanam lebih banyak lagi pohon untuk mengganti hilangnya hutan. Masalah mendasar reboisasi sebagai solusi masalah karbon dioksida di lingkungan sekarang ini adalah bagaimana menanam di wilayah hutan yang luas setiap tahun tanpa henti.

Perusahaan bioteknologi AirSeed telah bereksperimen dengan cara-cara untuk meningkatkan proses penanaman pohon secara dramatis. Para pakar mesin dan biologinya telah berkolaborasi menciptakan drone dan jenis polong organik baru yang akan memungkinkan mereka untuk menanam pohon dalam waktu jauh lebih singkat daripada normalnya.

Andrew Walker, CEO AirSeed mengemukakan kelebihan menggunakan drone yaitu skala penanaman yang luas, dibandingkan dengan satu orang menanam 800 pohon per hari. Dengan adanya teknologi ini bisa memudahkan.

"Kelebihan menggunakan drone adalah pertama, skala penanaman yang luas, atau menciptakan solusi penanaman yang sangat produktif, bandingkan satu orang menanam 800 pohon per hari dan drone menanam 40 ribu benih per hari. Perbedaan skalanya sangat besar. Kedua, drone dapat mengakses lokasi yang tidak dapat dijangkau orang tanpa membahayakannya, jadi kita dapat menanam di dataran yang sangat sulit,”jelasnya.

Baca Juga: Demi Turunkan Karbon Dioksida di Atmosfer, Drone Ini Tanam Jutaan Pohon di Udara
Luhut Ajak Dunia Bersatu Dalam Melawan Dampak Perubahan Iklim

Polong benih yang diciptakan khusus itu memberi nutrisi dan perlindungan bagi benih tersebut pada tahap pertumbuhan penting tanaman. Penggunaan drone untuk menyebarkan polong itu juga lebih murah, karena hanya menggunakan sedikit tenaga kerja.

Apa yang dikerjakan AirSeed tentu hanya satu dari banyak solusi di seluruh dunia untuk mengatasi masalah karbon dioksida. Mereka telah menggunakannya di negara bagian yang sangat banyak penduduknya di Australia, New South Wales, Victoria dan Queensland, dan juga dioperasikan di Afrika Selatan. Tahun depan, targetnya adalah meluaskan operasi di Asia Tenggara, Amerika Utara, Afrika dan Eropa.

Video Terkait