Teknologi Iradiasi Bermanfaat untuk Pengawetan Bahan Pangan dan Sterilisasi Alat Kesehatan

Ilustrasi - Panel surya. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 21 Februari 2022 | 19:35 WIB

Sariagri - Peneliti dari Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kristedjo Kurnianto mengatakan teknologi iradiasi bermanfaat untuk pengawetan bahan pangan dan sterilisasi alat kesehatan.

"Manfaat iradiasi adalah untuk menghambat pertunasan, membasmi serangga, memperpanjang umur simpan, mereduksi patogen, dan karantina," ujar Kristedjo dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).

Menurut Pelaksana tugas Kepala Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN itu, produk pertanian yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi rusak, karena pengolahan pascapanen yang tidak optimal dan terjadinya perubahan iklim.

Untuk itu, Iradiator Gamma, suatu jenis fasilitas radiasi berbasis pada aplikasi radiasi sinar gamma menjadi salah satu opsi dan solusi untuk sterilisasi maupun pengawetan bahan makanan, obat-obatan dan poduk medis.

Iradiasi gamma bermanfaat untuk menunda pematangan, memperpanjang masa simpan dan pemenuhan standar karantina sehingga bisa diekspor. Iradiasi juga bermanfaat untuk dekontaminasi mikroba seperti bakteri dan kapang.

Keunggulan sinar gamma memiliki daya tembus yang sangat tinggi, efeknya menyeluruh, tetapi harus dengan dosis radiasi yang tepat, prosesnya sederhana pada suhu kamar, sehingga bentuk dan warna produk tidak berubah, tidak meninggalkan radiasi, tidak menggunakan bahan kimia, dan tentunya aman.

Baca Juga: Teknologi Iradiasi Bermanfaat untuk Pengawetan Bahan Pangan dan Sterilisasi Alat Kesehatan
Atasi Kelangkaan Benih Porang, Teknologi Ini Solusinya

Kristedjo mengatakan teknologi iradiasi gamma terbukti lebih unggul dari konvensional. Iradiasi dapat menjadi solusi yang digunakan untuk pengawetan produk pangan, meningkatkan kualitas produk, sehingga nilai jualnya tidak turun. Iradiasi gamma juga dapat digunakan untuk perbaikan sifat dari varietas tanaman.

"Dengan memanfaatkan teknologi iradiasi gamma diharapkan dapat mendukung suksesnya budi daya dan perkembangan agribisnis porang di Indonesia," pungkasnya.(Ant)

Video Terkait