Tentara Rusia Menjarah Alat Pertanian Ukraina Senilai Jutaan Dolar

Petani Ukraina pakai armor antipeluru saat beraktivitas di ladang (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 6 Mei 2022 | 10:15 WIB

Tentara Rusia dilaporkan telah mencuri semua peralatan dari outlet pertanian di kota Melitopol senilai 5 juta Dolar AS. Namun setelah menempuh perjalanan lebih dari 700 mil, para pencuri tidak dapat menggunakan peralatan apa pun  karena alat pertanian tersebut sudah dikunci dari jarak jauh.

Selama beberapa minggu terakhir, semakin banyak laporan tentang pasukan Rusia yang mencuri peralatan pertanian, biji-bijian, dan bahkan bahan bangunan - di luar penjarahan tempat tinggal yang meluas. Tetapi pemindahan peralatan pertanian yang berharga dari dealer John Deere di Melitopol menunjukkan operasi yang semakin terorganisir.

Mengutip dari CNN international, diketahui bahwa peralatan itu telah dipindahkan dari dealer Agrotek di Melitopol, yang telah diduduki oleh pasukan Rusia sejak awal Maret. Disebutkan, penjarahan dimulai dari dua kombinasi mesin pemanen seharga $300 ribu setiap mesin, sebuah traktor, dan sebuah mesin penyemai, hingga akhirnya seluruh 27 jenis peralatan yang ada dibawa seluruhnya.

Kendati demikian, dalam laporan itu dikatakan bahwa pasukan Rusia kelihatannya terus mencoba menemukan cara untuk menyalakannya. Termasuk dengan mengontak para konsultan di Rusia yang berusaha mem-by pass penguncian itu.

Tak hanya peralatan pertanian, pasukan Rusia juga dilaporkan telah mencuri benih yang dikenal sebagai komoditas ekspor terbesar Ukraina.

Salah satu truk flat-bed yang digunakan, dan tertangkap kamera, memiliki tulisan "Z" putih di atasnya dan tampak seperti truk militer.Sumber yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan ada kelompok saingan pasukan Rusia beberapa akan datang di pagi hari dan beberapa di malam hari.

Beberapa mesin dibawa ke desa terdekat, tetapi beberapa di antaranya memulai perjalanan darat yang panjang ke Chechnya,

Kecanggihan mesin yang dilengkapi GPS membuat perjalanannya bisa terlacak, di mana itu terakhir dilacak ke desa Zakhan Yurt di Chechnya.

Video Terkait