Basmi Kutu Kebul, Negara Ini Gunakan Teknologi BioClay

Ilustrasi kutu mati. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 20 Mei 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Pengendalian hama adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi lingkungan dan petani di seluruh dunia. Namun sekarang, para ilmuwan dari Universitas Queensland, Australia telah mengembangkan semprotan ramah lingkungan yang terbukti sangat membantu industri pertanian.

Terobosan ini merupakan bagian dari teknologi 'BioClay UQ', alternatif yang aman dan berkelanjutan untuk pengganti pestisida kimia. Obat anti hama ini telah dikembangkan selama dekade terakhir oleh Queensland Alliance for Agriculture and Food Innovation (QAAFI) dan Australian Institute for Bioengineering and Nanotechnology (AIBN).

Pemimpin tim peneliti Profesor Neena Mitter mengatakan, teknologi 'BioClay UQ' efektif melawan kutu kebul (Bemisia tabaci) atau Silverleaf whitefly, serangga kecil yang menyebabkan hilangnya miliaran dolar uang petani akibat rusaknya tanaman pertanian di seluruh dunia.

"Silverleaf whitefly (SLW) dianggap sebagai spesies invasif di Amerika Serikat, Australia, Afrika, dan beberapa negara Eropa, dan menyerang lebih dari 500 spesies tanaman termasuk kapas, kacang-kacangan, cabai, capsicum, dan banyak tanaman sayuran lainnya," jelas Profesor kata Mitter, seperti dilansir hortidaily.com.

Serangga ini bertelur di bagian bawah daun, dan nimfa atau serangga muda serta serangga dewasa mengisap getah dari tanaman sehingga hasil panen berkurang. Selain itu, kutu kebul juga menularkan banyak virus yang mengancam kesehatan tanaman.

Pengendalian hama sulit karena kutu kebul dengan cepat mengembangkan resistensi terhadap pestisida kimia tradisional. Sementara, semprotan BioClay menggunakan partikel tanah liat yang dapat terdegradasi, dan membawa Asam ribonukleat (RNA) untai ganda yang memasuki tanaman dan melindunginya tanpa mengubah genom tanaman.

"Ketika lalat kebul mencoba memakan getah, mereka juga kan menelan RNA untai ganda yang membunuh serangga dengan menargetkan gen yang penting untuk kelangsungan hidupnya. Dunia RNA tidak hanya bertanggung jawab atas vaksin COVID-19, tetapi juga akan merevolusi industri pertanian dengan melindungi tanaman dari virus, jamur, dan hama serangga," kata Profesor Mitter.

Baca Juga: Basmi Kutu Kebul, Negara Ini Gunakan Teknologi BioClay
Teknologi Balitbangtan Ubah Kebiasaan Petani Lahan Rawa jadi Lebih Modern



Paling penting menurutnya, RNA untai ganda terbukti tidak berbahaya ketika diumpankan ke serangga lain, seperti lebah tanpa sengat dan kutu daun.

 

Video Terkait