BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Konservasi untuk Perbanyak Tanaman

Ilustrasi Kebun Konservasi Tanaman (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Selasa, 7 Juni 2022 | 19:35 WIB

Sariagri - Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) fokus melakukan kegiatan riset untuk menciptakan teknologi perbanyakan tumbuhan terancam kepunahan dan konservasi tumbuhan.

"Semua ini merupakan upaya kita bersama dalam mencegah kepunahan tumbuhan," kata Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan BRIN Andes Hamuraby Rozak, Selasa (7/6/2022).

Andes mengatakan riset tersebut bisa mendukung program reintroduksi dan/atau penguatan sehingga populasi tumbuhan di alam bisa meningkat yang pada akhirnya akan menurunkan status konservasinya yaitu dari yang terancam menjadi tidak terancam.

BRIN terus berupaya melakukan riset konservasi tumbuhan terancam kepunahan. Kegiatan riset yang dilaksanakan di antaranya adalah program konservasi ex situ tumbuhan, program reintroduksi tumbuhan, program penilaian status konservasi tumbuhan, analisis keragaman genetik, dan program perbanyakan tumbuhan terancam kepunahan.

Semua riset tersebut bertujuan untuk mendukung program nasional dan internasional terkait konservasi flora terutama sejalan dengan the Post-2020 Global Biodiversity Framework yang sedang dibahas oleh Convention on Biological Diversity (CBD), di mana visi dari kerangka itu adalah hidup selaras dengan alam pada 2050.

Andes mengatakan riset menunjukkan bahwa penyebab utama kepunahan tumbuhan adalah kehilangan habitat, yang utamanya disebabkan karena aktivitas manusia.

Botanic Gardens Conservation International pada 2021 melaporkan hampir 60 persen tumbuhan terancam kepunahan yang ada di Daftar Merah (Red List) International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources‚Äč (IUCN) disebabkan karena kegiatan pertanian dan pembalakan hutan.

Terdapat 959 tumbuhan terancam kepunahan yang ada di Indonesia. Andes menuturkan jumlah tersebut tentu saja akan semakin naik karena penilaian status konservasi terus berjalan.

Baca Juga: BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Konservasi untuk Perbanyak Tanaman
Penelitian: Taman Hijau di Atas Gedung Kurangi Panas Ekstrem Perkotaan



Beberapa jenis terutama dari suku Dipterocarpacea perlu mendapat perhatian karena banyak di antaranya merupakan tumbuhan bernilai ekonomi tinggi untuk pemanfaatan kayunya dan menjadi target kegiatan penebangan hutan.

Oleh karena itu, kegiatan konservasi tumbuhan masih harus terus digencarkan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat untuk melindungi tumbuhan dari ancaman kepunahan.

Video Terkait