3 Aplikasi Ini Bantu Kurangi Limbah Makanan di Seluruh Dunia

Ilustrasi sayuran. (Pixabay)

Editor: Putri - Jumat, 17 Juni 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Saat ini, limbah makanan merupakan masalah global yang cukup mengkhawatirkan. Sekitar sepertiga dari makanan dunia terbuang. Menurut WWF, limbah berdampak besar bagi manusia, planet dan ekonomi.

Lebih dari 800 juta orang tidur dalam keadaan lapar setiap malam, menurut Program Pangan Dunia. Ironisnya, 931 juta ton makanan terbuang setiap tahun. Limbah makanan ini menciptakan antara 8 persen dan 10 persen dari emisi karbon global seperti diperkirakan Program Lingkungan PBB.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini? Teknologi adalah salah satu solusinya. Di seluruh dunia, aplikasi smartphone mendorong orang untuk mengubah pendekatan mereka terhadap limbah makanan.

Berikut adalah tiga aplikasi untuk mengolah limbah makanan seperti melansir World Economic Forum. 



1. Tekeya

Aplikasi ini memungkinkan toko roti, restoran, toko kelontong, dan toko makanan penutup menjual makanan segar mereka yang belum terjual dengan setengah harga.

Hal ini berarti makanan murah untuk pembeli, yang menggunakan aplikasi gratis Tekeya untuk menelusuri dan membeli makanan diskon di dekat mereka. Aplikasi memberi keuntungan bagi toko dan restoran, dengan meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya pengolahan limbah.

Pengguna Tekeya juga dapat menggunakan aplikasi untuk menyumbangkan makanan gratis ke badan amal. Pada 2021, Tekeya mengatakan berhasil menghemat sekitar 40.000 makanan, yang setara dengan 85 ton CO2.

2. Too Good To Go

Aplikasi asal Inggris ini memungkinkan pembeli membeli dan mengumpulkan kelebihan makanan dengan harga diskon dari restoran lokal, toko roti, toko kelontong, dan produsen makanan. Makanan dijual dalam kantong campuran.

"Anda tidak akan tahu persis apa yang ada di pesanan Anda sampai Anda mengambilnya, itu semua adalah bagian dari kejutan," kata perusahaan itu.

Lebih dari 20.000 gerai makanan menggunakan aplikasi ini untuk mengurangi limbah makanan mereka dan hampir sembilan juta pembeli menggunakan aplikasi ini untuk membeli makanan yang didiskon, dengan 12 juta kantong makanan yang dihemat dari pemborosan sejauh ini, kata Too Good To Go.

Dijalankan oleh Mette Lykke, Pemimpin Global Muda Forum Ekonomi Dunia, perusahaan ini juga mencoba mengedukasi masyarakat tentang perbedaan antara label 'terbaik sebelum' dan 'digunakan oleh' pada makanan, untuk mencegah pemborosan yang tidak perlu.

Baca Juga: 3 Aplikasi Ini Bantu Kurangi Limbah Makanan di Seluruh Dunia
Patut Dicontoh, Begini Konsep Pertanian Berkelanjutan Ala Petani AS



3. Olio

Aplikasi gratis ini memungkinkan kamu berbagi makanan dengan tetangga, dari pada membuangnya. Hal ini mungkin makanan yang perlu dimakan sebelum liburan atau sisa persediaan katering, misalnya. 

Pengguna aplikasi mengunggah foto dan detail makanan yang tidak mereka butuhkan dan dapat menelusuri daftar lainnya. Olio mengatakan hampir 6 juta orang di lebih dari 60 negara sejauh ini menggunakan aplikasinya untuk berbagi lebih dari 52 juta porsi makanan.

Video Terkait