Drone Penyemprot Bantu Petani Singkong di Kamboja Hemat Waktu dan Uang

Ilustrasi drone (Pixabay)

Editor: Putri - Rabu, 22 Juni 2022 | 16:20 WIB

Sariagri - Teknologi penyemprotan baru-baru ini diperkenalkan di budidaya singkong di Kamboja. Penyemprotan dilakukan menggunakan drone untuk membantu petani meningkatkan hasil dan menurunkan biaya input pertanian.

Mengutip Future Farming, Rabu (22/6/2022), singkong ditanam di lebih dari 600 ribu hektare lahan pertanian di Kamboja. Setelah beras, singkong adalah tanaman yang paling banyak dibudidayakan di negara ini.

Untuk memenuhi permintaan produk berbasis singkong yang terus meningkat, para petani Kamboja dengan cepat memperluas area penanaman selama beberapa tahun terakhir. Para petani mulai menggunakan drone pertanian untuk meningkatkan produktivitas.

Petani singkong bernama Chhay Thi adalah pengguna awal drone penyemprot. Ia memiliki lahan seluas 20 hektare di Distrik Varin, Provinsi Siem Reap, Kamboja.

Pada Mei 2022, ia memesan layanan dari produsen drone penyemprot China, Red Sparrow. Mereka mendemonstrasikan Drone Pertanian XAG di lahan singkong seluas 10 hektare miliknya.

Pekerjaan yang biasanya selesai dalam satu minggu, bisa diselesaikan dalam satu jam. Dikendalikan oleh aplikasi yang ada di smartphone, drone terbang di atas tanaman singkong, menyemprotkan herbisida tepat di sepanjang rute yang telah ditentukan.

“Tanpa drone penyemprot, pekerjaan yang sama biasanya akan memakan waktu lebih dari seminggu bagi pekerja pertanian untuk menyelesaikannya secara manual. Demonstrasi menunjukkan pekerjaan yang sama dapat dilakukan dalam satu jam hanya dengan satu drone pertanian,” kata perusahaan XAG.

Meskipun petani di Kamboja belum menghadapi kekurangan pekerja, kenaikan biaya 18 dolar AS hingga 25 dolar AS per hektare ketika mempekerjakan pekerja untuk penyemprotan pestisida, menjadi perhatian.

Baca Juga: Drone Penyemprot Bantu Petani Singkong di Kamboja Hemat Waktu dan Uang
Menilik Bagaimana Teknologi Pertanian Bisa Dimanfaatkan Petani Indonesia

Biasanya, sekelompok buruh tani dapat menyemprot 1 hektare per hari, yang hampir tidak bisa dipenuhi selama musim tanam singkong. Selain peningkatan efisiensi, drone penyemprot membantu petani seperti Chhay Thi untuk mengurangi biaya penanaman secara keseluruhan.

“Pengoperasian drone juga mengurangi penggunaan bahan kimia sebesar 10 persen hingga 30 persen, sehingga sumber daya dan dana yang dihemat dapat dialokasikan kembali ke budidaya tanaman lainnya,” tukas Chhay Thi.

Video Terkait