Keren! Pelajar SMK Ciptakan Alat Pemberi Pakan ikan Petani Tambak

Penemuan Smart Fish Feeder (SFF) (Arief L / Sariagri)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 24 Juni 2022 | 11:45 WIB

Sariagri - Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Krian 1 Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur membuat inovasi alat yang diberi nama Smart Fish Feeder (SFF). Alat ini dibuat dengan tujuan membantu memudahkan pekerjaan petani tambak dalam memberi pakan ikan.

Terobosan berupa teknologi terapan tepat guna ini, dalam pengoperasiannya memanfaatkan ponsel pintar dan tenaga surya (solar cell).

Juru bicara tim, Geo mengatakan Smart Fish Feeder merupakan mesin pakan ikan dengan sistem operating Internet of things atau android dan solar cell. Alat ini akan memudahkan pecinta ikan atau pemilik tambak dalam memberikan pakan ikan secara praktis.

“Cara kerja alat ini cukup mudah dengan menggunakan ponsel pintar sebagai remote control untuk menyebar pakan ikan ke kolam. Melalui sistem terkoneksi ponsel pintar dengan alat smart fish feeder bertenaga solar cell, petani tambak sudah bisa mengontrol pemberian pakan ikan dari mana saja,” ujar Geo kepada Sariagri, jum’at (24/6/2022).

Alat ini diklaim ramah lingkungan dan lebih murah, karena pengoperasiannya hanya menggunakan tenaga surya atau renewable energy. Keunggulan lainnya, alat ini bisa disetting secara auto dan manual.

“karena tidak memerlukan listrik artinya tidak ada cost atau biaya yang dikeluarkan. Cukup dengan menggunakan solar cell atau Energi terbarukan (renewable energy) alat ini sudah bisa berfungsi baik secara manual maupun otomatis,” imbuhnya.

Baca Juga: Keren! Pelajar SMK Ciptakan Alat Pemberi Pakan ikan Petani Tambak
Parlemen EU Dukung Larangan Mobil dengan Bahan Bakar Fosil Mulai 2035

Kedepan, karya dua pelajar ini akan lebih dikembangkan agar lebih praktis dan canggih dengan penambahan fitur-fitur baru dalam aplikasi androit. Selain itu, desain alat akan lebih dibuat sederhana agar harga pembuatannya bisa ditekan.

“sementara ini untuk membuat alat ini harganya sekitar 6 sampai 7 juta. ke depan akan dirancang lebih sederhana lagi, sehingga diharapkan lebih agronomis dan bisa dijangkau harganya oleh petani tambak,” tandasnya.

Video Terkait