Ilmuwan Ungkap Misteri Fungsi Ibu Jari Palsu pada Fosil Panda

Ilustrasi panda. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Jumat, 1 Juli 2022 | 15:50 WIB

Sariagri - Panda raksasa diketahui hanya mengonsumsi bambu setiap hari. Hewan ini menghabiskan 15 jam untuk memakan hingga 45 kilogram tanaman tersebut.

Nenek moyang panda, seperti kebanyakan beruang, makan makanan lain termasuk daging. Diperkirakan bahwa makanan panda modern berevolusi relatif baru-baru ini.

Namun sebuah studi baru menemukan bahwa gairah panda untuk mengonsumsi bambu berasal setidaknya 6 juta tahun yang lalu. Hal tersebut dikarenakan ketersediaan tanaman yang luas sepanjang tahun.

Untuk bertahan hidup hanya dengan bambu bernutrisi rendah, panda modern (Ailuropoda melanoleuca) memiliki jari keenam. Jari itu semacam ibu jari yang memungkinkan mereka menggenggam batang bambu dan mengupas daunnya dengan mudah.

"Memegang batang bambu dengan erat untuk menghancurkannya menjadi ukuran gigitan mungkin merupakan adaptasi paling penting untuk mengonsumsi bambu dalam jumlah yang luar biasa," kata penulis studi Xiaoming Wang, kurator paleontologi vertebrata di Natural History Museum of Los Angeles County.

Mengutip CNN, Jumat (1/7/2022), sedikitnya catatan fosil panda menunjukkan beruang berevolusi dengan ciri-ciri yang membingungkan para ahli biologi. Penelitian sebelumnya menemukan bukti struktur seperti ibu jari ini dari sekitar 100.000 hingga 150.000 tahun yang lalu.

Sementara itu Wang dan timnya mengidentifikasi bahwa fosil panda pemakan bambu yang mereka temukan berasal dari 6 hingga 7 juta tahun yang lalu. Fosil, yang ditemukan di Provinsi Yunnan di barat daya Cina, milik nenek moyang panda yang dikenal sebagai Ailurartos.

Jari keenam panda raksasa tidak seanggun atau tangkas seperti ibu jari manusia. Kegigihan "morfologi khas" ini selama jutaan tahun menunjukkan bahwa ibu jari ini memainkan fungsi penting untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Misteri Fungsi Ibu Jari Palsu pada Fosil Panda
Mengenal Merica Aleppo Serta Manfaat Kesehatannya

Wang dan rekan-rekannya juga mengatakan bahwa jari keenam panda modern yang lebih pendek adalah kompromi evolusi. Jari keenam tersebut dibutuhkan untuk memotong bambu serta kebutuhan untuk berjalan dan membawa tubuh mereka yang besar dan kuat.

"Lima hingga enam juta tahun seharusnya waktu yang cukup bagi panda untuk mengembangkan ibu jari palsu yang lebih panjang, tetapi tampaknya tekanan harus melakukan perjalanan dan menanggung beratnya membuat 'jempol' tetap pendek," kata rekan penulis studi Denise Su.

Video Terkait