Ilmuwan Ciptakan Teknologi Pendeteksi Panggilan Darurat dari Ayam

Ilustrasi ayam. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Selasa, 5 Juli 2022 | 10:30 WIB

Sariagri - Ilmuwan dari Universitas Hongkong menciptakan sebuah teknologi yang bisa menerjemahkan suara atau panggilan darurat dari ayam dengan memanfaatkan kecerdasan buatan. Melalui teknologi tersebut, peternak akan mengerti jika ayam peliharaannya tengah dalam masalah.

Teknologi ini mampu mendeteksi dan mengukur suara "panggilan darurat" dari ayam yang ditempatkan di kandang besar dalam ruangan. Kecerdasan buatan itu juga dapat membedakan "panggilan darurat" dari ayam lain di kandang berbeda dengan akurasi 97 persen.

Mengutip The Guardian, Selasa (5/7/2022), setiap tahun sekitar 25 miliar ayam diternakkan di seluruh dunia. Banyak di antaranya ditempatkan di kandang besar berisi ribuan ekor. Salah satu cara untuk menilai kesejahteraan ayam tersebut adalah dengan mendengarkan suara atau "panggilan darurat" yang mereka buat.
 
Secara teori, peternak dapat menggunakan "panggilan darurat" dari ayam untuk mengukur tingkat kesulitan mereka. Namun dalam peternakan komersial yang berisi ribuan atau puluhan ribu ayam, pengamatan oleh manusia saja tidaklah praktis.

Sebagai gantinya, tim peneliti yang dipimpin Alan McElligott mengembangkan alat pembelajaran yang secara otomatis mengidentifikasi "panggilan darurat" dari ayam.

Alat ini dilatih menggunakan rekaman yang sudah diklasifikasikan secara manual oleh para ahli, untuk menentukan jenis suara yang mereka wakili.

"Tujuan kami untuk menciptakan kondisi di mana ayam dapat hidup dan mengurangi kesulitan yang dihadapi," kata McElligott, yang memperkirakan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan secara komersial dalam waktu lima tahun ke depan.

Baca Juga: Ilmuwan Ciptakan Teknologi Pendeteksi Panggilan Darurat dari Ayam
Akibat Sering Ditinggal Pacar, Pria Ini Cabuli Ayam Peliharaan Keponakannya



"Kami menunjukkan bahwa 'panggilan darurat' adalah indikator yang baik dari tingkat kematian dan pertumbuhan ayam, dan (alat) ini adalah cara untuk mengotomatisasi proses," jelasnya.

Teknologi serupa menurut McElligott dapat dikembangkan untuk memantau hewan ternak lainnya, terutama babi atau kalkun yang juga sering ditempatkan di dalam ruangan dan suaranya sangat vokal. 

Video Terkait