Ilmuwan Lakukan Rekayasa Genetika Agar Tanaman Serap Lebih Banyak Karbon

Ilustrasi tanaman arabidopsis. Foto: Wikipedia

Editor: M Kautsar - Rabu, 6 Juli 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Tanaman selama ini sudah banyak berjasa untuk menarik karbon dioksida (CO2) dari udara, tetapi studi baru dari para ilmuwan University of Wisconsin-Madison menunjukkan adanya potensi untuk membuat tanaman mampu menangkap karbon dioksida lebih banyak lagi. Dalam penelitiannya, para peneliti melakukan modifikasi gen tertentu pada tanaman sawi Arabidopsis sehingga bisa menyerap karbon dioksida 30 persen lebih banyak dari biasanya tanpa efek buruk pada tanaman.

Jika hasil penelitian ini bisa direproduksi dalam skala besar, tentu akan bisa berdampak pada perubahan iklim global, kata kata Hiroshi Maeda, profesor botani UW-Madison yang memimpin penelitian.

"Kami mungkin benar-benar dapat meningkatkan jumlah CO2 yang ditangkap oleh tanaman secara keseluruhan, sehingga akan menurunkan konsentrasi CO2 di udara," kata Maeda seperti diberitakan WPR.

Studi yang diterbitkan di jurnal Science Advances ini, juga menunjukkan potensi untuk meningkatkan jumlah senyawa aromatik atau bahan penyusun biofuel dan obat-obatan tertentu yang diproduksi oleh tanaman.

Para ilmuwan mampu mengidentifikasi mutasi gen tertentu pada tanaman sawi Arabidopsis yang dapat menghentikan produksi asam amino aromatik, yang bergabung untuk membuat senyawa yang digunakan dalam makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

"Kami mampu mengubah mekanisme untuk memproduksi senyawa ini secara berlebihan pada tanaman," kata Hiroshi Maeda, profesor botani UW-Madison yang memimpin penelitian.

Biasanya, senyawa ini diproduksi sebagai produk sampingan dari penyulingan minyak bumi, namun penelitian menunjukkan adanya potensi bahwa senyawa tersebut dapat diproduksi oleh tanaman sebagai gantinya, kata Maeda.

"Kami ingin menemukan cara untuk memproduksi senyawa ini dengan cara yang lebih berkelanjutan," ujarnya.

Baca Juga: Ilmuwan Lakukan Rekayasa Genetika Agar Tanaman Serap Lebih Banyak Karbon
Penelitian: Di Masa Depan, Vaksinasi Semudah Makan Salad



Langkah selanjutnya adalah mencoba mereproduksi hasil pada tanaman yang sebenarnya, kata Marcos Oliveria, peneliti UW-Madison yang mengerjakan penelitian tersebut.

"(Arabidopsis) menghasilkan banyak biji, dan itu sangat bagus untuk studi genetik," katanya. "Tapi kami ingin menerjemahkan penelitian ini ke dalam (tanaman yang) berguna untuk makanan manusia dan produksi biofuel.